Akses jalan menuju Kawasan Industri Kariangau tertdampak longsong yang dikhawatirkan dapat mengganggu arus keluar masuk barang

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Musim hujan yang terjadi di wilayah Kaltim termasuk Balikpapan, menyebabkan jalur menuju Kawasan Industri Kariangau (KIK) dan terminal peti kemas km 13, Balikpapan Utara, longsor. Longsor bukan hanya menimpa badan jalan namun juga tebing disekitar jalan KIK.

Direktur Utama KKT Muhammad Basyir mengatakan, longsor di badan jalan KIK sudah cukup lama. Pihaknya sudah mengirim surat ke provinsi untuk dilakukan penanganan, namun hingga kini belum ada penyelesaian.

Menurut Basyir, penanganan jalan longsor bukan kewenanganan KKT karena akan menjadi temuan tim audit. Namun kondisi telah menganggu arus barang dan orang. Apalagi ruas jalan KIK menuju pelabuhan KKT cukup banyak kontainer yang melewati jalur ini.

“Kami berharap, kita tidak saling menyalahkan karena ini juga alam tetapi mari kita bersinergi dan peduli sehingga ini bisa kita atasi secepatnya. Sehingga pergerakan ekonomi itu tidak terhambat,” ujarnya, Selasa (18/6).

Longsor terjadi karena intensitas hujan yang tinggi memasuk musim hujan. Sehingga beberapa titik terjadi longsor baik di badan jalan maupun tebing disisi jalan.

Sekda Balikpapan Sayid MN Fadli bersama rombongan meninjau longsor di kawasan idustri Kariangau ini untuk mencari solusi agar cepat mendapat perbaikan
“Ini sebenarnya sejak musim hujan, karena terakhir hujan intensitasnya cukup tinggi maka ada beberapa titik longsor. Pengaruh pasti dengan adanya kondisi ini sempat terhambat. Ya terhentilah karena tidak ada jalannya. Yang tadinya dua jalur jadi satu jalur menuju pelabuhan peti kemas Kariangau melalui kilometer 13 Balikpapan Utara,” jelasnya.

Kondisi ini mendapat perhatian pemerintah kota bersama DPRD Balikpapan. Sekda Balikpapan Sayid MN Fadli bersama FKPD, Ketua Komisi I DPRD Faisal Tola, Anggota DPRD Abdul Jabar, didampingi Dirut KKT Basyir, PU Balikpapan meninjau lokasi longsor, Selasa (18/6) siang.

Sekda Balikpapan Sayid MN Fadli mengatakan, pihaknya segera berkordinasi dengan Provinsi Kaltim untuk mengatasi akses ke KKT, yang dinilai mengganggu arus barang dan orang melalui KIK yang pada akhirnya menganggu kegiatan ekonomi.

“Yang jelas kita lihat dulu semua. Nanti kita coba membantu koordinasikan ke provinsi karena kewenangannya ada di provinsi. Sebenarnya provinsi sudah melakukan langkah, hanya kayaknya dianggap oleh KKT terlalu lamban. Nah kita juga mau tahu apasih permasalahannya. Melalui pemerintah kota coba koordinasi ke provinsi, supaya bisa disegerakan karena itu urat nadi perekonomian Kaltim bukan hanya Balikpapan,” ujar Sekda saat meninjau lokasi.

Sayid menambahkan dari hasil peninjauan, longsor tidak hanya satu titik. Diharapkan ada langkah cepat dari pemerintah provinsi. Longsor jalan yang cukup parah di ruas jalan KIK. Sedikitnya ada satu longsor yang menutupi badan jalan dan longsor di bagian tebing jalan.

“Itu ada longsor jalan yang tadi kita berhenti lihat, macet dan pengerjaan belum tuntas. Kemudian ada tiga titik longsor tebing, satu sudah longsor dua potensi longsor. Itu keliatan dari jalan,” ujarnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here