Pemerintah Kota Samarinda merencanakan pengelolaan puskesmas dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda– Pemerintah Kota Samarinda merencanakan pengelolaan puskesmas dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Saat ini terdapat i 26 puskesmas yang tersebar di 10 kecamatan dan hanya lima Puskesmas yang kini dipersiapkan menjadi pioner masuk dalam sistem BLUD.

Kelima puskesmas yang dipersiapkan untuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) adalah Puskesmas Sungai Siring, Segiri, Trauma Center, Kampung Baqa dan Puskesmas Wonorejo.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Rustam mengutarakan, upaya pembentukan Puskesmas BLUD tadi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama yang jauh dari pelayanan kesehatan.

“Sebenarnya kalau kita lihat di pulau Jawa hampir semua puskemas di sana sudah berubah status menjadi BLUD, walaupun di Samarinda baru memulai, diperkirakan tahun depan lima Puskesmas ini bisa terwujud,” ujar Rustam, Kamis (5/9).

Untuk mengubah status dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) menjadi BLUD tadi, pihaknya telah membentuk tim penilai yang diketuai oleh Sekretaris Kota Samarinda. Nantinya tim ini yang akan menentukan apakah lima Puskesmas tersebut layak atau tidak dijadikan BLUD setelah penyusunan dokumen rampung.

“Intinya kelima puskesmas yang terpilih tadi sudah rekreaditasi sambil melengkapi sarana dan prasarananya,” jelasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddin mengatakan merubah status puskesmas menjadi BLUD sudah sejalan dengan visi dan misi walikota untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik pada.

Oleh itu, untuk mempercepat proses perubahan status tadi, Sekda Samarinda Samarinda ini sangat mendukung dan meminta kepada Dinas Kesehatan untuk segera menyelesaikan tahapan-tahapan awal dengan membuat SK Pembentukan Tim Penilai, sehingga tahun 2020 perubahan status tersebut bisa terwujud untuk 5 puskesmas dimaksud.

“Yang jelas perubahan pelayanan puskesmas menjadi BLUD dalam rangka memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat dengan prinsip efisiensi dan produktivitas tanpa mengutamakan keuntungan agar dapat berkembang lebih baik lagi termasuk dalam pengelolaan keuangan yang ada di puskesmas, sehingga pelayanan ke masyarakat juga meningkat,” tutur Sugeng menutup.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here