Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta — LBH Street Lawyer menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR RI harus bertanggung jawab atas kekerasan yang menimpa mahasiswa saat unjuk rasa. Tim advokasi mencontohkan Faisal Amir, mahasiswa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al-Azhar Indonesia terpaksa dirawat di Rumah Sakit Pelni, Petamburan.

Tengkorak kepalanya retak, tulang bahunya patah akibat kerusuhan demonstrasi pada Selasa (24/9) kemarin. Lukanya berat, sempat koma, sehingga harus dirawat di ICCU rumah sakit tersebut.

“Presiden Jokowi dan pihak DPR RI sebagai pihak yang turut menjadi penyebab atas kejadian ini, karena ketidakbecusan mereka menyerap aspirasi masyarakat,” demikian pernyataan resmi LBH Street Lawyer, Rabu (25/9).

“Harus ada yang bertanggung jawab secara hukum atas aksi kekerasan yang menimpa adinda Faisal Amir, dan para mahasiswa peserta aksi lainnya,” imbuh tim advokasi.

LBH menyatakan, bersama berbagai lembaga bantuan hukum lainnya yang dibantu para advokat, siap memberikan pendampingan hukum. Khususnya atas kekerasan yang menimpa Faisal.

“Jangan sampai rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo dikenal oleh anak cucu kita dalam buku pelajaran sejarah, sebagai rejim yang membungkam suara mahasiswa dengan kekerasan,” kata LBH. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here