Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Palangka Raya – Udara buruk dan polutan menimbulkan ganggguan pernafasan bagi banyak warga Palangka Raya. Apalagi kabut asap tebal dan pekat akibat kebakaran hutan dan lahan belum juga memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir.

“Biasanya saat tidak ada hujan dalam jangka panjang banyak warga yang terserang ISPA dan diare serta penyakit yang lain. Saya minta masyarakat mewaspadai keadaan tersebut,” kata Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (9/9).

Ia mengatakan, kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan. Udara yang bercampur dengan debu dan polutan bisa menimbulkan gangguan pada saluran pernafasan.

Selain itu, menurut dia, keterbatasan ketersediaan air bersih selama musim kemarau membuat warga memanfaatkan warga yang kurang higienis, yang meningkatkan kerentanan mereka terhadap penyakit.

Langkah paling efektif untuk mencegah peningkatan penyakit selama musim kemarau, ia melanjutkan, adalah menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

“Langkah paling efektif ialah dengan terus menjaga kebersihan lingkungan dan terus menggalakkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu juga perbanyak mengkonsumsi makan-makanan bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” katanya.

Dia mengimbau warga mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kami juga meminta para petugas kesehatan terutama di pusat layanan kesehatan masyarakat semakin aktif memberikan penyuluhan dan pengertian agar masyarakat semakin sadar tentang kesehatan dan semakin mewaspadai penyebaran penyakit di musim kemarau,” katanya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here