Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, tampaknya berbuah manis. Pertemuan ini memberi sinyal "genjatan senjata" perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.

Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta — Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, tampaknya berbuah manis. Pertemuan negara-negara yang menguasai 80 persen ekonomi dunia itu memberi sinyal “genjatan senjata” perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina.

Presiden AS Donald Trump menyetujui perusahaan dari negeri Paman SAm menjual komponen hardwere ke Huawei, perusahaan Internet Teknologi asal Cina. Sebelumnya, Trump tak membiarkan hal itu terjadi.

“Saya menyetujui perusahaan kami (AS) untuk menjualnya kepada Huawei,” kata Trump, dilansir dari Aljazeera, Ahad (30/6).

Dalam pertemuan itu, Trump berkomitmen untuk terbuka mendiskusikan perang dagang dan dampaknya. Ia menjanjikan tarif impor ke Tiongkok tak naik, dan mempertimbangkan pajak baru senilai 300 miliar dolar AS pada produk asal Tiongkok.

Adapun Cina, juga mengapresiasi komitmen AS. Presiden Cina Xi Jinping pun bakal mengambil langkah tepat untuk menggerus suhu panas antar kedua negara. Dengan begitu, isu tudingan AS yang menyebut Huawei menimbulkan ancaman keamanan, lama-kelamaan bisa diredam.

Hubungan yang kembali cair ini direstui negara-negara lain yang tergabung di G20. DAlam laporan, ada itikad baik untuk mendukung perdagangan bebas, transparan, stabil dan anti diskriminasi, untuk mendukung perdagangan dan investasi.

“Kita akan menegaskan bahwa perlunya reformasi WTO untuk meningkatkan fungsinya,” seperti dikutip dalam laporan. (AIJ/YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here