Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang melakukan pengawasan kemitraan di lima tempat termasuk dua diantaranya berada di Kalimantan Timur.

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sedang melakukan pengawasan kemitraan di lima tempat termasuk dua diantaranya berada di Kalimantan Timur. Diduga ada penyalahgunaan kemitraan perkebunan plasma dengan perusahaan perkebunan besar.

KPPU mendapatkan kewenangan UU nomor 22 tahun 2008 tentang UMKM. Salah satu untuk melakukan pengawasan isi perjanjian kemitraan sehingga diharapkan perkebunan kecil bisa tumbuh dan berkembang.

“Sudah ada temuan kasus di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Sudah masuk dalam tahap penyelidikan dan satu di Kabupaten Kutai Kartanegara yang rekomendasi kita masuk dalam penyelidikan,” ujar Direktur Advokasi Persaingan dan Kemitraan KPPU RI Abdul Hakim Pasaribu, pada Rabu (10/7).

Sementara itu Sekretaris KPPU RI Charles Pandji Dewanto menjelaskan, dalam tubuh KPPU juga sudah dilakukan pembenahan struktur, salah satunya direktorat kemitraan dialihkan ke dalam deputi penegakan hukum. Isi personil dari deputi penindakan banyak dari kalangan investigator.

Charles menyebutkan, sudah ada empat hingga lima perkara kemitraan yang siap dinaikkan ke kasus ke penyelidikan, yakni dua di Kaltim yakni Kukar dan Bulungan. Kasus serupa juga terjadi di Sumatera Utara dan Batam sebagai daerah penghasil kelapa sawit.

“Dalam perjalanan tidak bisa masuk ke pencegahan. Jadi sudah banyak dan ini impactnya kepada masyarakat sangat besar kita perlu melakukan intervensi terutama yang bukti-bukti terlihat nyata, sehingga saat ini ada empat hingga lima yang sudah dinaikkan ke penyelidikan. Banyak masyarakat kecil yang selama ini tidak tahu hak,” jelasnya.

Pengawasan kemitraan yang dimaksud tersebut diatur dalam UU nomor 20 tahun 2008 tentang UMKM. Selain pengawasan kemitraan bidang perkebunan juga ada satu kasus kemitraan peternakan ayam dan transportasi online yang kini sedang ditangani KPPU.

“Masuk ke UU itu. Ini sebenarnya lebih keras karena bisa mencabut izin,” tegasnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here