Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (2/9).

Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan a

Poskaltim.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan tersangka baru dalam suap proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo, anak usaha PT Angkasa Pura II (PT AP II). Tersangka baru itu adalah Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) (Persero), Darman Mappangara.

“Dalam proses penyidikan, KPK mencermati fakta-fakta yang berkembang dan menemukan dugaan keterlibatan pihak lain. Setelah menemukan bukti pemulaan yang cukup, KPK melakukan Penyidikan baru dengan tersangka DMP (Darman Mappangara),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (2/9).

Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan kasus yang menjerat Direktur Keuangan PT AP II, Andra Y Agussalam, dan staf PT INTI, Taswin Nur.

Febri menyebutkan, Darman dan Taswin berperan menyuap Andra supaya proyek BHS dikerjakan PT INTI. Dalam suap tersebut, Darman memberi kode untuk nominal besar dan kecil. Kodenya yakni buku atau dokumen. Pada 31 Juli 2019 petang, Taswin menyuruh supir Andra menjemput uang dengan kode barang paket di sebuah mal kawasan Jakarta Selatan.

“TSW (Taswin Nur) kemudian memberikan uang sejumlah Rp1 miliar dalam bentuk 96.700 dolar Singapura: yang terdiri atas 96 lembar pecahan 1.000 dolar Singapura dan tujuh lembar pecahan 100 dolar Singapura,” kata Febri.

Darman sebagai penyuap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK sebelumnya telah menetapkan Andra Agussalam sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Baggage Handling System (BHS). Selain Andra, penyidik juga menetapkan satu tersangka lain yang memberi suap. Yakni Staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Taswin Nur (TSW).

Andra ditangkap tangan saat menerima uang 96.700 dolar Singapura dari Taswin untuk memuluskan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) di proyek BHS tersebut. Ada dugaan ini bukan kali pertamanya Andra menerima suap untuk memuluskan proyek. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here