Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif

Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief, terkejut dengan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta terkait kasus yang menjerat Sofyan Basir. Pihaknya akan menimbang langkah banding atas putusan itu.

Dia mengaku baru mengetahui putusan itu dan jajaran KPK dan masih menunggu laporan dari jaksa yang menangani perkara itu. Setelah laporan jaksa diterima, pihaknya akan membicarakan langkah hukum selanjutnya di kalangan internal.

“Ya kan permohonan banding itu perlu waktu. Punya waktu antara sehari, dua hari, tiga hari. Biasanya jaksa-jaksanya datang ke kantor dulu untuk itu. Pasti mereka ambil sikap pikir-pikir,” ujar Laode di Jakarta, Senin (4/11).

Ia menyebutkan tidak bisa mendahului untuk mengambil keputusan. Tetapi kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membuktikan (keterlibatan Sofyan) itu,” kata Laode.

Dia menuturkan, langkah banding atas putusan Sofyan memungkinkan untuk dilakukan KPK. Sebab, putusan tersebut masih berada di tingkat pertama, yang artinya masih ada langkah hukum selanjutnya yang bisa ditempuh.

“Oleh karena itu, kami ingin pelajari lebih detail lagi untuk menentukan sikap selanjutnya,” kata Laode.

Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memutus bebas Sofyan Basir. Terdakwa kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Riau-1 itu dinyatakan tidak terbukti melakukan perbuatan pidana seperti yang dituduhkan jaksa.

“Membebaskan (Sofyan) oleh karena itu dari segala dakwaan,” kata hakim di Pengadilan Tipikor, Senin (4/11).

Dalam amar putusan, ketua majelis hakim Hariono menyatakan, Sofyan tak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan penuntut umum dalam dakwan pertama dan kedua. Atas amar putusan itu, Sofyan pun dibebaskan dari jeratan Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 56 ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 56 ke-2 KUHP.

“Memerintahkan terdakwa Sofyan segera dibebaskan dari tahanan dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, harkat serta martabatnya,” ucap hakim. (YAN/INi Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here