Oleh: M Aulia Rahman / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Indekos tidak layak huni dan tidak manusiawi yang seukuran “kuburan” selebar 1×2 meter di Johar Baru, Jakarta Pusat, ramai menjadi perbincangan di jagat maya. Karena dianggap tidak manusiawai, akhirnya kos ini ditutup paksa oleh Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Indekos satu ini hanya berukuran 2×1 meter dengan harga sewa beragam. Harga sewa yang ditawarkan mulai dari Rp300.000, Rp400.000, dan Rp500.000 per bulan. Indekos seharga Rp300.000 hanya cukup untuk baring. Uniknya, untuk duduk malah tidak bisa karena ruangannya sangat sempit.

Sedangkan indekos yang seharga Rp400.000 itu bisa untuk duduk ukuran orang dewasa. Namun, untuk berdiri tidak memungkinkan hanya tingginya kurang dari 1 meter.

Indekos ‘sekuran kuburan’ ini akhirnya disegel oleh Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertahanan (Citata) Jakarta Pusat, Selasa (3/9). Alasannya, tidak manusiawi untuk disewakan.

Kepala Seksi Penindakan Suku Dinas (Sudin) Citata Jakarta Pusat, Syahruddin, mengatakan, penyegelan itu bertujuan agar indekos tersebut tidak beroperasi lagi. Pihaknya akan menyegel bangunan tumpangan tidur itu hingga waktu yang tidak ditentukan.

“Jadi disegel dulu. Sampai kapannya belum tahu, yang penting ini kan indekos tidak layak, tidak manusiawi lah ya. Jadi tidak beroperasi dulu,” ujarnya.

Pihak Sudin Citata bersama dengan satuan polisi pamong praja (Satpol PP) melakukan penyegelan ini. Syahruddin menjelaskan akan memberikan waktu satu hingga dua hari untuk mengosongkan bangunan tersebut.

“Kita kasih 1-2 hari untuk penghuni bisa keluar dulu, biar kosong dulu selama disegel,” tuturnya.

Saat penyegelan, pihak Dinas Citata belum bertemu dengan pemilik bangunan dengan hunian sewa 64 kamar ini. Meskipun belum bertemu, pihaknya sudah menyampaikan ke pengelola agar menyampaikan ke pemilik dan meminta segera dikosongkan.

“Pemiliknya tidak di sini. Sudah itu urusan pengelola nanti buat pengosongan,” paparnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat melakukan sidak terhadap indekos harian yang ramai menjadi perbincangan di Johar Baru. Hunian sementara untuk perorangan itu disidak karena bangunannya dianggap tidak manusiawi.

Sidak tersebut dilakukan oleh Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, bersama jajaran Pemkot Jakarta Pusat, Senin (2/9). Menurut dia bangunan yang dibuat tiap kamar sempit dan hanya muat satu kasur ukuran sedang, dan ini sangat memprihatinkan.

“Saya lihat kos di dalam ini sangat memprihatinkan, sangat tidak layak, dan saya rasa tidak manusiawi,” kata Irwandi. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here