Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate,

Oleh: Urba Adiwijaya

Poskaltim.com, Jakarta – Konten yang ada di saluran YouTube Kimi Hime mendapat sorotan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate,

Menurut Johnny, sanksi yang harus diberikan pada pelaku penyebar konten seperti itu tidak cukup hanya dengan meminta maaf dan dilakukan pemblokiran, tetapi harus juga diberikan sanksi perdata.

“Sanksi perdata itu dibutuhkan karena dia tidak saja stop di minta maaf dan blokir. Ada kewajiban finansialnya,” ujar Johnny di Gedung Nusantara II Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (5/11).

Kimi Hime, kreator konten berusia 26 tahun itu disorot karena kerap tampil seksi dalam tayangannya. Padahal, dia sempat tampil dengan lebih sopan setelah mendapat teguran Kemkominfo karena kontennya dinilai terlalu vulgar.

Selain sanksi perdata, menurut Menkominfo Johnny, konten vulgar itu juga dapat dikenakan sanksi pidana karena sudah diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Konten vulgar itu tidak hanya soal perdata dia, tapi juga pidana karena ada undang-undangnya di kita. Dia juga terkait dengan etika dan moral,” kata Johnny.

Kendati demikian, dia menyebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tidak bisa sampai menindak pelaku, karena penindakan itu ada di hilir atau berada di tahap paling akhir. Menurut dia, Kemkominfo akan tetap berada pada sektor hulu, yaitu pencegahan.

“Kami akan melakukan komunikasi-komunikasi dengan pemegang atau pemilik aplikasi (media sosial) itu, agar Indonesia ini spesifik dan punya ciri yang khusus. Mari kita gunakan semua aplikasi dengan ciri khusus Indonesia itu,” ucapnya.

Johnny mengatakan, Kemkominfo akan berupaya melakukan negosiasi, pembicaraan dan diplomasi secara terus-menerus dan tidak hanya dalam sekali pembicaraan saja. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here