Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Islamabad – Akibat konflik daerah Kashmir, hubungan antara dua negara bertetangga, Pakistan dan India terus memanas. Pada Sabtu (7/9) melarang pesawat yang membawa Presiden India Ram Nath Kovind terbang melalui wilayah udaranya.

“Presiden India telah meminta izin untuk menggunakan wilayah udara Pakistan untuk melakukan perjalanan ke Islandia, tetapi kami memutuskan untuk tidak mengizinkannya,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi dalam sebuah pernyataan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Ketegangan bilateral Islamabad dan New Delhi kembali meningkat bulan ini setelah pemerintah partai nasionalis Hindu, Narendra Modi pada 5 Agustus mencaplok dan mencabut status otonomi Kashmir, yang membuat masyarakat seluruh India tidak dapat membeli properti atau bersaing untuk mendapatkan pekerjaan di wilayah mayoritas Muslim itu.

“Keputusan itu dibuat berdasarkan tindakan India,” kata Menteri Luar Negeri Shah Mehmood Qureshi dikutip AFP.
Sejak itu, demonstran dan pelempar batu terus menerus bentrok dengan pasukan keamanan di Kashmir, wilayah Lembah Himalaya yang dikenal subur.

Pakistan pernah menutup wilayah udaranya bagi lalu lintas India setelah pertempuran udara pada bulan Februari, akibat bertikai terkait serangan kelompok gerilyawan yang berpusat di Pakistan terhadap rombongan polisi di Kashmir, yang dikuasai India, hingga menewaskan 40 polisi paramiliter.

Bulan Juli, ruang udara Pakistan untuk seluruh penerbangan sipil yang berada dalam jalur Jasa Lalu Lintas Udara (ATS) kembali dibuka, setelah penutupan berbulan-bulan dengan menelan kerugian pihak Pakistan sebesar delapan miliar rupee (lebih dari Rp 695 miliar).

India dan Pakistan telah berperang dua kali karena memperebutkan wilayah Kashmir, yakni pada Perang India-Pakistan pada 1947 dan pada 1999 dalam Perang Kargil.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here