Hutan yang dibangun oleh Gerakan Menungut Sehelai sampah sungai Karang Mumus, Samarinda, telah mengembalikan fungsi hutan di hulu sungai sebagai cadangn air bersih.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Komunitas pencinta sungai, Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) di Samarinda, telah berhasil menanam lebih dari 9.000 batang pohon secara bertahap sejak tahun 2016.

Menurut Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) Misman, menurut data bulan Maret 2019, sudah lebih dari 9 ribu pohon yang telah ditanam. Hingga akhir tahun ditargetkan sebanyak 10 ribu pohon yang ditanam di sepanjang jalur hijau Sungai Karang Mumus yang merupakan anak Sungai Mahakam ini.

Misman menjelaskan, pihaknya telah mendata 60 jenis pohon yang telah ditanam maupun pohon yang telah tumbuh liar di sepanjang sungai Karang Mumus ini. Jumlah ini belum termasuk tanaman aquatik yang belum dilakukan pendataan dan tumbuh subur di sepanjang kiri-kanan sungai.

Saat ini, ujar Misman, Komunitas GMSS-SMK tengah fokus membangun hutan di hulu sungai untuk mempertahankan habitat dan sumber air bersih. Awalnya, kegiatan GMSS-SKM memang tertuju pada bagaimana membersihkan sampah di sungai.

Namun, sejak tahun 2016, komunitas ini juga memerlukan reboisasi dan pemeliharaan ekosistem di hulu sungainya.
Gerakan yang dipelopori Misman sejak tahun ini telah berhasil menjadi agen perubahan di masyarakat. Terbukti, saat ini telah ada tiga area lainnya yang dijaga oleh warga setempat. Diantaranya Area Jalan Gerilya, Area Gunung Lingai, dan Area Desa Betapus. GMSS-SKM juga telah membentuk Sekolah Sungai di Desa Muang yang telah diakui perannya di masyarakat.

Ajakan untuk menghijaukan sisi kiri dan kanan sungai ini terus mendapat dukungan warga. terbukti setiap hari ada saja warga baik pelajar ataupun mahasiswa yang turut menanam pohon ataupun sekadar membersihkan sampah.

“Kami masih berupaya mendata jumlah burung yang menghuni hutan yang telah kami buat. Proses pendataan ini memang belum maksimal karena kami memerlukan kamera canggih untuk dokumentasi. Sejak hutan ini kami bangun, sudah ada sekitar 25 burung yang terdeteksi menghuni hutan yang telah dihijaukan,” ucap Misman.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here