Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Tim Terpadu Perlindungan Anak yang dibentuk oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bersama sejumlah kementerian dan lembaga bertujuanuntuk menindaklanjuti temuan KPAI terkait anak korban kekerasan dan penangkapan demonstrasi.

Tim diketuai oleh Deputi Bidang Perlindungan Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Nahar. Termasuk di dalamnya beranggotakan dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

“Terkait data, data memang cukup banyak dibutuhkan, anak terlibat berapa, yang sudah didiversi berapa, sedang proses (hukum) berapa,” ujar Ketua KPAI, Susanto di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (2/10).

Selain melakukan pengumpulan data, tim juga akan mencari fakta-fakta dugaan tindak kekerasan oleh kepolisian maupun dugaan pidana anak. Memastikan perlindungan anak seusai perundang-undangan.

“Kita mulai pendataan agar tidak missing ditangani dengan kondisi ril di tempat pemeriksaan (kepolisian) mulai kita lakukan agar memudahkan orang tua mencari,” ujar Nahar di kesempatan yang sama.

Nahar menambahkan, tujuan tim terpadu juga dalam rangka mendampingi anak berhadapan hukum. Agar tidak ada persoalan yang justru menyudutkan anak.

Ada tiga langkah upaya perlindungan anak yang dijalankan. Pertama, tim akan melakukan kompilasi data. Lalu melakukan upaya jangka pendek baik pendampingan anak, berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan orang tua.

“Ketiga terkait tindak lanjut. Beberapa kementerian sudah desain kegiatan bersamaan dengan data yang didesain KPAI,” imbuhnya.

Berdasarkan peta itu, lanjut Nahar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama nanti akan melaksanakan pengutan program penguatan pendidikan. Termasuk rehabilitasi dan reintegrasi. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here