Oleh: Muhajir / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Komisi III DPR memanggil Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK. Panggilan ini berupaya memenuhi rapat dengar pendapat umum (RDPU) di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (9/9). Ketua Pansel KPK, Yenti Ganarsih, mengklaim sudah siap menjawab alasan pemilihan 10 capim KPK.

“Kita akan menyampaikan kenapa 10 capim ini kita bisa pilih,” kata Yenti dalam RDPU di ruang Komisi III DPR, Jakarta, Senin (9/9).

Kendati demikian, Yenti menjelaskan bahwa ada hasil tes capim KPK yang tidak boleh diketahui oleh DPR. Ini karena hasil itu tidak dapat diutarakan dalam rapat karena mengandung unsur privasi.

Yenti mengatakan ada dua hal yang menjadi rahasia yakni hasil tes kesehatan dan profile assessment dari 10 Capim KPK yang telah berhasil lolos seleksi ini.

“Kalau hasil tes kesehatan, hasil profile assessment tentu tidak bisa diberi tahu karena itu kan rahasia untuk kami,” katanya.

Dia mengatakan, Pansel KPK nantinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada DPR untuk memilih nama yang layak jadi pimpinan KPK periode 2019-2023. Dari 10 nama yang dipilih, hanya ada lima yang akan terpilih.

“Kan kita hanya membantu itu. Tapi kalau assesment mendalam tidak kita berikan. Tapi pokoknya bagi kita inilah kelayakannya. Nanti terserah DPR,” katanya.

Nama-nama Capim KPK yang telah diserahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada DPR antara lain:

1. Alexander Marwata (Komisioner KPK).

2. Firli Bahuri (Anggota Polri).

3. I Nyoman Wara (Auditor BPK).

4. Johanis Tanak (Jaksa).

5. Lili Pintauli Siregar (Advokat).

6. Luthfi Jayadi Kurnaiwan (Dosen).

7. Nawawi Pomolango (Hakim).

8. Nurul Ghufron (Dosen).

9. Roby Arya Brata (PNS Sekretariat Kabinet).

10. Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).
(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here