Gubernur Kaltim Isran Noor menyatakan Kaltim berstatus KLB atas wabah virus Corona.

Oleh: Yuliawan Andrianto

Indonesiainside,id, Samarinda – Penanganan wabah virus Corona atau Covid-19 di Kalimantan Timur, disepakati pembentukan gugus tugas daerah dan pusat informasi berita. Sehingga tidak ada lagi informasi yang bias, simpang siur, apalagi berisi berita bohong (hoax).

Setelah Gubernur Kaltim Isran Noor dan beberapa instansi terkait lainnya menyatakan bahwa Kaltim berstatus KLB atau Kejadian Luar Biasa, maka dibutuhkan informasi yang akurat, menyejukkan dan berisi informasi yang valid serta terpercaya.

Isran Noor berharap dengan adanya gugus tugas dan informasi terpadu ini, tidak ada lagi tumpang tindih berita ataupun miss komunikasi antara pemerintah dan awak media.

“Jika ada informasi yang bukan berasal dari gugus tugas ini maka jangan dulu disebar tetapi dikonfirmasi terlebih dahulu kepada gubernur, kemudian gugus tugas, para wali kota, bupati yang ada. Sehingga tidak menimbulkan hoax (kabar bohong),” tegas gubernur, pada Rabu malam (18/3).

Kepala Dinas Kominfo Kaltim, Diddy Rusdiansyah.
Isran Noor memaklumi kekhawatiran sebagian masyarakat terkait adanya pasien yang positif virus Corona ini. Menurutnya, wabah virus Corona tidak saja masalah Indonesia tetapi juga masalah dunia.

“Kita harus bersama-sama melawan virus Covid-19 ini secara bergotong royong, bersama-sama. Saya mengimbau masyarakat tidak usah panik. Berikan kami kesempatan untuk (memikirkan) penanganannya,” ujarnya.

Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim (Diskominfo Kaltim), Diddy Rusdiansyah mengatakan, pentingnya pembentukan pusat informasi seputar virus Covid-19 ini, agar masyarakat tidak termakan oleh isu dan kabar bohong yang tidak benar.

“Nantinya kita berlakukan informasi satu pintu agar berita atau informasi yang keluar akan seragam. Juru bicaranya ditunjuk Kepala Dinas Kesehatan provinsi Kaltim, namun untuk kanal informasinya akan disediakan oleh Diskominfo,” jelasnya.

Dijelaskan Diddy, upaya yang dilakukan selain pemberitaan yang terpusat, juga melalui publikasi lainnya seperti melalui media penyiaran radio televisi, media cetak dan media siber serta pemasangan baliho di tempat umum.
“Nantinya setiap hari akan disampaikan press release update oleh juru bicara, dalam hal ini dari Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim setiap hari pada pukul 12.00 Wita,“ ujar Diddy.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here