Produksi batu bara yang sempat menurun produksinya pada triwulan I-III, kini naik pada triwulan IV dimana setiap perusahaan berusaha memenuhi capaian target tahunan

“Ekonomi Kaltim yang ditopang oleh sektor migas dan batu bara sempat berjalan lambat pada triwulan I-III tahun 2018. Selain karena curah hujan yang tinggi sehingga produksi menurun, tekanan inflasi bahan makanan, transport, telekomunikasi dan jasa keuangan juga menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan I-III 2018”

Samarinda, Poskaltim – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang sempat mengkhawatirkan pada triwulan satu hingga triwulan tiga 2018. Namun, pertubuhan ekonomi pada triwulan empat 2018 memberikan angin segar dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 5,14 persen.

Dalam acara Rapat koordinasi Bank Indonesia, Pemprov Kaltim dan Perbankkan se-Kaltim yang dihadiri oleh Gubernur Kaltim H. Israan Noor, Gubernur Otoritas Jasa Keuangan Dwi Ariyanto dan sekitar 90 orang kepala cabang bank di Kaltim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Muhamad Nur mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kaltim hingga triwulan empat rata-rata tumbuh sebesar 2 persen.

“Kita sempat khawatir juga karena sejak triwulan satu, dua, dan tiga, pertumbuhan ekonomi Kaltim melambat. Untungkah pertumbuhan ekonomi Kaltim di triwulan empat cukup tinggi walaupunmasih sedikit lebih rendah daripada capaian nasional seesar 5,18 persen (yoy) ,” ujarnya, saat memimpin rapat yang diselenggarakan di Ruang Derawan, Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (27/2/2019).

Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Kaltim yang relatif tinggi pada triwulan empat 2018 tersebut karena ditopang oleh akselerasi usaha pertambangan disisi lapangan usaha dan investasi pada sisi pengeluaran.

Usaha pertambangan di Kaltim yang meningkat pada triwulan empat sejalan dengan upaya pelaku usaha untuk memenuhi target produksi tahunan mereka. Curah hujan yang cukup tinggi pada paruh pertama di tahun 2018, menyebabkan produksi kurang maksimal dan tertutupi di triwulan empat.

Selain lapangan usaha pertambangan, jasa keuangan Kaltim juga tercatat mengalami akselerasi. Kinerja jasa keuangan yang terukur melalui kredit tercatat tumbuh sebesar 16,72 persen (yoy). Pertumbuhan kredit bersumber dari sektor pertambangan sejalan dengan harga batu bara yang lumayan tinggi yaitu mencapai US $90.

Disisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi dan konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga tumbuh lebih tinggi sejalan dengan masuknya periode libur sekolah dan hari besar keagamaan nasional.

Sementara itu, inflasi Kaltim triwulan empat 2018 tercatat 3,2 persen (yoy), lebh rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Dibandingkan inflasi nasional, tekanan inflasi Kaltim lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,13 persen (yoy).

“Namun demikian, capaian inflasi Kaltim triwulan empat 2018 masih berada dalam rentang target 3,5+-1 persen. Inflasi yang lebih rendah bersumber dari meredanya tekanan kelompok inflasi bahan makanan, transportasi dan komunikasi serta jasa keuangan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kaltim H. Isran Noor menyabut hasil capaian yang dirinci oleh Bank Indonesia ini, sebagai masukan bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan selanjutnya.

“Saya berharap agar capaian yang telah diperoleh ini dapat ditingkatkan lagi pada tahun berikutnya. Saya meminta evaluasi mendalam dan mencari masukan dari orang-orang yang ahli di bidangnya untuk memperbaiki ekonomi Kaltim ke depan,” tegasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here