Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla sangat menyayangkan kinerja DPR saat ini. Jika dibandingkan dengan DPR terdahulu, mereka terlalu lama berkutat menyelesaikan sebuah aturan.

“Jadi draf konstitusi itu sebenarnya hanya dibicarakan 10 hari oleh tokoh-tokoh di BPUPKI. Kita satu pasal kadang-kadang berbulan-bulan dibahas di DPR,” ujar JK saat memperingati hari konstitusi di DPR, Ahad, (18/8).

Menurutnya, DPR harus bisa meneladani para pendahulu. Yakni dengan memampatkan pemikiran untuk kepentingan bangsa, bukan golongan masing-masing. Wapres berterimakasih pada para pendahulu yang telah berupaya menciptakan dasar negara melalui konstitusi UUD 1945.

Ucapan itu, kata dia, juga wajib disampaikan seluruh bangsa Indonesia pada para pendahulu. Hingga kini, Indonesia sudah berkali-kali berganti konstitusi. Sejak pemberlakukan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945, diubah menjadi Konstitusi Republik Indonesia Serikat pada Desember 1949.

Hingga pada 1959, Presiden Soekarno memberlakukan kembali UUD 1945. Lalu hingga saat ini, konstitusi itu telah empat kali diamandemen.

“Jadi apa yang tidak berubah dari konstitusi? Yaitu mukamidah,” kata dia.

Semua pihak tak mau mengubah mukadimah lantaran terdapat dasar dan tujuan bernegara. Dasar Indonesia adalah Pancadila dan hal itu tak akan berubah hingga nanti.

“Tidak ada yang berani dan tidak perlu ada yang berubah dari dasar dan tujuan. Yang berubah itu ayat-ayatnta,” kata dia.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here