Oleh: Muhajir / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Ustadz Abdul Somad (UAS) mendapat banyak pembelaan. Apalagi ceramah yang diutarakannya bukanlah untuk mencaci agama lain.

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, menilai ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) tidak bisa dikategorikan sebagai penistaan agama. Ini, karena UAS menjawab pertanyaan jamaah soal salib di kalangan inter muslim.

Dia menegaskan, UAS adalah seorang pendakwah yang memiliki kewajiban menyampaikan dasar-dasar ajaran Islam. Bahkan, pemuka agama lain pun melakukan hal sama.

“Islam akan menjelaskan, non-Islam juga akan menjelaskan masing-masing agama,” kata HNW di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/8).

Dalam video yang tengah viral, UAS hanya mencoba menjelaskan pertanyaan jamaah sesuai pemahaman akidah umat Islam. Apalagi, dalam ceramah tersebut UAS tidak menyebut nama agama tertentu.

“Pertanyaan itu dalam satu pengajian tertutup di masjidnya. Beliau tidak menyebut agama manapun, tidak menyebut Tuhan apapun, dan beliau hanya menyebut tentang yang ditanyakan,” kata dia.

Hal penting untuk dipahami, UAS tidak mengucapkan kalimat yang mengandunng unsur kebencian. Bahkan, dia tidak menghina kelompok tertentu saat menjelaskan.

“Sekali lagi, UAS tidak menyebut agama di luar Islam, menyebut Tuhan yang lain juga tidak, mencaci maki apalagi,” kata dia.

Terkait hal ini, UAS juga telah memberikan klarifikasi soal ceramah yang dinilai menghina agama Kristen dan Katolik. Hal itu disampaikan melalui video yang diunggah kanal YouTube FSRMM TV pada Ahad (18/8).

Dalam video berdurasi 57.06 menit itu, UAS telah memberikan tiga poin klarifikasi. Pertama, video tersebut adalah tanya jawab yang memang sudah menjadi ciri khas UAS tiap kali selesai menyampaikan materi.

Kedua, ceramah tersebut disampaikan di ruangan tertutup dan hanya diperuntukkan kepada intern muslim. Maka itu, tidak ada niatan intoleransi.

Ketiga, ceramah tersebut sudah sangat lama yakni pada 2016 silam. Itu pun disampaikan di masjid di mana ia mempunyai jadwal tetap.

Namun, UAS mengaku siap menjalani proses hukum jika memang video itu dipermasalahkan. Ini untuk menunjukkan bahwa dirinya adalah warga negara yang baik.

“Sebagai warga negara yang baik saya tidak akan lari, tidak akan mengadu, saya tidak akan takut karena saya tidak merasa salah dan saya tidak pula ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” ucap UAS.

Video tersebut dilaporkan oleh Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Polda NTT atas tuduhan penistaan agama pada Sabtu (17/8). Pelaporan tersebut dilakukan setelah video itu viral di media sosial.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here