Oleh: Muhajir / Yuliawan A

Poskaltim.com , Jakarta – Baru-baru ini, PB Djarum menghentikan audisi beasiswa Bulutangkis 2020. Ternyata penghentian program beasiswa ini berbuntut panjang setelah Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, mengaku merasa aneh dengan tudingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kepada Perkumpulan Bulutangkis Djarum (PB Djarum).

KPAI menuding PB Djarum menggunakan anak sebagai promosi brand image dalam audisi. Fahri meminta sebaiknya KPAI mengurusi anak-anak jalanan yang masa depannya tak menentu.

“Jangan itu (PB Djarum) yang diurusin. Itu yang enggak sekolah, yang di pinggir jalan, dong yang diurusin. KPAI ini ada-ada saja,” kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/9).

Menurut Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu, mengurusi anak-anak putus sekolah dan menjadi pengemis di jalanan masih lebih prioritas. Dia lebih melihat ke sisi positif PB Djarum yang telah melahirkan atlet bulutangkis dengan segudang prestasi, bahkan menyentuh kompetisi internasional.

“Kenapa KPAI meributkan hal yang justru baik bagi pembibitan calon atlet nasional itu,” ujarnya.
Politikus asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu meminta agar audisi bulutangkis tak perlu dijadikan masalah. Ini karena masih banyak masalah lain yang membutuhkan sentuhan langsung dari KPAI, seperti kesejahteraan anak-anak Indonesia.

“Sekarang itu angka anak Indonesia atau orang Indonesia yang tidak pernah sekolah, masih ada sekitar 2,7 persen penduduk Indonesia. Itu dulu diadvokasi deh,” tuturnya.

Terlebih lagi, banyak anak-anak yang memiliki bakat mumpuni di bidang olahraga bulutangkis tapi tak punya biaya. Dia sangat menyayangkan jika impian anak-anak Indonesia harus terkubur dengan adanya keputusan tersebut.
“Tapi ini orang sudah masuk situ, sudah mengejar mimpi jadi juara dunia,”ujarnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here