Oleh: Anisa Tri K / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Dalam sebuah negara, peran Ibu Negara tidak bisa dipandang sebelah mata. Meskipun sebagai pendamping, banyak hal yang bisa dijadikan panutan dari ibu negara, salah satunya adalah gaya berbusana.

Sebagai wanita nomor satu di sebuah negara, busananya sering dijadikan patokan dalam berpakaian formal. Di Indonesia sendiri, yang sering dikenakan adalah kebaya.

Dilansir dari buku Outward Appearances Trend, Identitas, Kepentingan karya Henk Schulte Nordholt pada 2005, diungkapkan bahwa kebaya diasosiasikan dengan ketenangan, ketentraman, dan keteraturan sosial yang menghubungkan orang Indonesia, Jawa, dan Belanda.

Tak heran jika busana ini menjadi salah satu ikon pakaian nasional. Dipadukan dengan kain batik dan selendang, setelan ini membuat perempuan yang mengenakannya terlihat lebih anggun.

Salah satu ibu negara yang sangat memegang teguh tradisi ini, adalah mendiang Ibu Tien Soeharto. Beliau yang terkenal apik berkebaya, dinilai sebagai salah satu ikon penting dalam pakem kebaya di Indonesia.

Dalam catatan sejarah fashion Indonesia, Ibu Tien Soeharto selalu menunjukkan kepiawaiannya dalam berbusana. Gayanya yang luwes dan cepat beradaptasi bukanlah sesuatu yang sulit. Ibu Tien selalu mengandalkan busana kebaya, biasanya kebaya klasik untuk acara-acara semiformal atau nonformal.

Ibu Tien juga menampilkan sosok wanita Indonesia. Ia selalu terlihat anggun dengan kebaya, lengkap dengan sanggul Jawa yang selalu dikenakan dengan melati dan tusuk konde Jawa.

Untuk padanan berkebaya, selop yang dipakai pun tidak boleh terlalu tinggi, hanya sekitar 3 hingga 5 sentimeter. Untuk jarik alias kain, tidak dibuat seperti sarung. Jarik harus pakai wiron (lipatan).

“Pakai kebaya Ibu Tien penuh filosofi, tak heran setiap beliau tampil auranya sangat hidup. Ada passion dalam kebaya yang selalu beliau kenakan,” kata Andre Frankie. Perancang spesialis kebaya, yang sering menjahitkan kebaya untuk beberapa istri pejabat Indonesia.

Menurut Andre, penampilan berkebaya ala Ibu Tien juga menunjukkan kesederhanaan, salah satunya dengan tidak mengenakan aksesoris yang berlebihan.

“Satu lagi, untuk melengkapi penampilan berkebaya ala ibu Tien, aksesori yang dipakai tidak boleh berlebihan, sangat simpel saja,” ujarnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here