Pengamat ekonomi Aji Sofyan memperkirakan kerugian akibat banjir Samarinda bisa mencapai Rp 1 triliun

Oleh : Muhammad Rizqi

Poskaltim.com, Samarinda — Banjir hingga hari ini Sabtu (15/06) memang sudah surut di beberapa lokasi, namun di kawasan kain Komplek Perumahan Bengkuring dan kawasan Sungai Pinang yang padat penduduk, banjir masih cukup tinggi.

Bencana ini tentu membuat sektor perekonomian di Kaltim khususnya Samarinda mengalami kontraksi dan penurunan. Bahkan dari pantauan Poskaltim.com di lapangan pada hari Minggu-Jumat (9-14 Juni 2019, banjir melumpuhkan nyaris setengah kota Samarinda.

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda, Aji Sofyan Effendi memperkirakan jika banjir di Samarinda dapat menyebabkan kerugian hingga Rp1 triliun.

Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman Samarinda, Aji Sofyan Effendi
“Tentu banjir kali ini sangat berdampak bagi perekonomian di Samarinda, imbasnya ada penurunan perekonomian berantai diseluruh sektor dan perniagaan yang terdampak pada banjir ini,” ujar Sofyan kepada Poskaltim.com via telephone seluler Sabtu (15/06).

Dosen bergaya nyentrik inipun melakukan perkiraan hitung-hitungan terkait kerugian yang menimpa para korban banjir termasuk para pengusaha. Aji Sofyan mencontohkan, adanya satu pusat perbelanjaan besar yaitu Mall Lembuswana yang sepi pengunjung sejak Minggu hingga Jumat kemarin.

“Kerugiannya besar sekali ini, kalo dari hitung-hitungan mulai dari yang besar hingga rumah tangga bisa saja kita mendapat angka ratusan miliar, tapi belum lagi dari segi transportasi, bisa mencapai satu triliun rupiah,” ungkap Sofyan.

Dia juga menambahkan, Pemerintah Provinsi Kaltim dan Pemerintah Kota Samarinda harus segera mengatasi permasalahan ini, agar dampaknya tidak berkepanjangan. Bahkan angka kerugian diniliai lebih besar dibanding bila pemerintah memperbaiki seluruh permasalahan banjir yang ada.

Selain itu juga pemerintah harus bisa aktif dalam menghimpun para investor ataupun pihak tambang batu bara yang berperan di Samarinda untuk bersama-sama mengatasi banjir yang sedikit banyak akibat dari pertambangan emas hitam yang masih menjadi primadona.

“Pemerintah harus segera menyelesaikan ini, karena masalah banjir ini akan terus meluas dan berdampak lebih besar bila tak segera diselesaikan. Pemerintahpun harus aktif dalam mengajak stakeholdernya terutama perusahaan dan investor untuk mengatasi banjir,” tutur Sofyan.

Tak hanya Pemerintah, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan masing-masing dengan tidak membuang sampai sembarangan. Jika masyarakat sudah bisa sadar maka dampak banjir pun akan lebih mudah ditangani.(RZQ/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here