Seorang korban yang turut menyantap rawon maut, masih terbaring di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena pusing, mual dan buang air besar.

Oleh: Rizki Daniarto / Yuliawan A

Poskaltim.com, Blitar – Hajatan dengan menu rawon tentu menggoda selera untuk disantap, tapi siapa sangka, rawon yang dimakan menghantarkan Darsono (64) menyemput maut.

Sekitar 30 warga Jalan Kurma, RW 01, Kelurahan-Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, diduga keracunan. Mereka keracunan massal diduga karena makan nasi rawon hajatan dari tahlilan warga setempat.

Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo untuk mendapatkan pertolongan karena mengeluhkan sakit perut dan pusing usai mengonsumsi makanan pada acara tahlilan.

Informasinya, warga mengonsumsi nasi rawon saat hajatan di rumah Suyani, Kamis (1/8) malam. Keesokan harinya, Jumat (2/8) siang, warga mulai mengeluhkan gejala pusing, mual, disertai muntah.

Acara tahlilan tersebut mengundang 60 orang. Tuan rumah hajatan membuat rawon dengan bumbu kemasan yang dibeli di pasar. Ia sama sekali tidak menduga pada akhirnya banyak yang mengalami keracunan.

“Saya ini berniat baik mengundang orang untuk mendoakan suami saya. Saya tidak menduga jika akhirnya begini. Wong bumbunya itu saya beli jadi di pasar,” ujar Suyani alias Bu Anik.

Sebagian korban mulai dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Jumlah warga yang mengalami gejala yang sama terus bertambah hingga Sabtu (3/8).

“Dua hari ini saya mual, muntah, dan buang air besar terus,” kata Sugeng, salah satu korban keracunan.

Dari 30 warga yang mengeluhkan gejala keracunan, dua di antaranya anak-anak. Seorang korban, Darsono, 64 tahun, meninggal.

Meninggalnya Darsono belum bisa dipastikan terkait dugaan keracunan. Pasalnya, yang bersangkutan juga mengidap penyakit maag akut.
Dinas Kesehatan Kota Blitar bertindak dengan mengumpulkan sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi warga. Sampel yang dikumpulkan berupa sisa kuah rawon dan muntahan warga.

“Kalau dilihat dari keluhannya, deteksi awal mereka keracunan. Hasil investigasi kami sebanyak 30 warga. Terdiri 28 pria dewasa dan dua anak-anak,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Blitar, Muhammad Muchlis.

Sementara itu, polisi yang menerima laporan tengah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Soal penyebab adanya korban meninggal polisi belum bisa mengambil kesimpulan.

“Kami belum berani menyimpulkan karena belum dilakukan visum. Mohon waktu,” kata Kapolsek Kepanjen Kidul, Kompol Agus Fauzi, Minggu (4/8).

Sedangkan Kasatreskrim Polresta Blitar, AKP Heri Sugiono, mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan pemilik rumah.

“Ini kami bawa sisa kuahnya untuk pemeriksaan laboratorium. Apa benar ini yang menyebabkan warga mengalami keluhan seperti keracunan,” katanya.

Sementara, dari rumah Darsono yang meninggal pada saat keracunan massal, polisi mengamankan beberapa obat maag yang dikonsumsi korban sebelum meninggal, Sabtu (3/8) siang.

“Keluarga menolak korban diotopsi. Jadi kami memeriksa obat dari dokter yang dikonsumsi korban sebelum meninggal,” ujarnya.(YAN/INI Network).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here