Gadis-gadis Desa lekaq Kidau di Kabupaten Kutai KArtanegara siap menyambut tamu yang datang ke desa mereka. Desa wisata ini membutuhkan promosi agar kunjungan wisatawan meningkat ke desa mereka

Oleh : Muhammad Rizqi

Poskaltim.com, Samarinda — Wisata Susur Sungai Mahakam yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim sejak 19-21 Juni 2019 bertujuan untuk memetakan potensi wisata baru yang dapat menjadi destinasi unggulan di masa depan.

Misalnya saja, Gedung Magazine bekas milik kolonial Belanda di Desa Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, yang sebelumnya tidak terawat kini telah mulai dibersihkan dan dikelola oleh warga setempat untuk dijadikan obyek wisata sejarah.

Begitupun dengan kawasan Desa Budaya Lekaq Kidau Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara, yang baru terpantau memiliki rumah adat yang megah dengan ukiran-ukiran yang indah.

Di desa dengan mayoritas warganya merupakan suku Dayak Kenyah ini anda akan disuguhi dengan berbagai ukiran dan hiasan unik khas suku mereka. Warganya pun sangat ramah menyambut para wisatawan, bahkan jika kita memberi kabar akan datang ke kampung tersebut, warga kampung akan menyiapkan berbagai atraksi budaya.

Paras yang tampan dan cantik menjadi daya tarik tersendiri dari suku ini, rupa warganya yang mengundang senyum dan hati gembira ini menjadikan kawasan tersebut sangat berkesan sebagai desa budaya yang harus dikunjungi jika datang ke Kaltim.

Rumah panjang atau Lamin Desa Lekaq Kidau ini menjadi pusat kegiatan masyarakat, salah satunya berfungsi sebagai tempat penyambutan tamu atau wisatawan yang datang berkunjung
Via Regina Setyawati, salah satu wisatawan asal Samarinda menuturkan bahwa dirinya baru pertama kali menginjakan kaki di desa ini. Namun dirinya kagum karena keramahan warganya dan juga seni tari-tarian yang disuguhkan dengan alami dan menarik.

“Saya sangat kagum dengan warga di desa ini, mereka memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, bahkan menjadikan wisata susur Sungai Mahakam ini begitu mengagumkan, jadi tidak hanya sungainya saja, namun budaya masyarakatnya juga luar biasa,” ungkap gadis manis ini kepada Poskaltim.com. Jumat (21/06).

Sekretaris Adat Desa Budaya Lekaq Kidau, Bium, mengaku senang saat ada kunjungan wisata seperti ini, menurutnya kunjungan seperti ini mampu membuat warga semakin sejahtera. Karena warga dapat berjualan cinderamata, warga yang menari juga mendapatkan pendapatan tambahan dari menghibur wisatawan.

“Bersyukur dengan adanya kunjungan ini, memang setiap ada kunjungan kami akan menawarkan tari-tarian kepada para wisatawan dengan tarif yang disepekati, kami juga menyediakan souvenir jika wisatawan ingin membeli kenang-kenangan dari desa kami,” ungkap Bium.

Selain itu juga Bium mengharapkan kegiatan ini bisa lebih didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara., terutama untuk promosi wisata di nasional maupun internasional, sehingga masyarakat bisa hidup lebih sejahtera karena selama ini mereka hanya berharap dari hasil pertanian.(RZQ/YAN)