Oleh: Anisa Tri K / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan penarikan obat Ranitidin karena diduga dapat memicu perkembangan sel kanker. Ranitidin adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus.

Penarikan obat tersebut, dilakukan setelah US Food and Drug Administration (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA), menemukan cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada ranitidin.

NDMA sendiri adalah turunan zat Nitrosamin yang dapat terbentuk secara alami. Zat itu bersifat karsinogenik alias bisa memicu perkembangan sel kanker.

Apa Itu Ranitidin?
Ranitidine termasuk dalam kelompok obat yang disebut histamin-2 blocker. Obat ini bekerja untuk mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung Anda. Ranitidine digunakan untuk mengobati kondisi di mana perut menghasilkan terlalu banyak asam, seperti sindrom Zollinger-Ellison.

Melansir Web md, Jumat (11/10), ranitidine juga digunakan untuk mengobati penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Ranitidine hadir dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup oral. Ranitidine dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi. Ini berarti Anda mungkin perlu meminumnya dengan obat lain.
Efek Samping Ranitidin
Melansir healthline, Ranitidine termasuk dalam kelas obat yang disebut antagonis reseptor histamin. Ranitidine bekerja dengan mengurangi jumlah asam dalam perut Anda. Dalam penggunaannya, ada beberapa efek samping ranitidine, diantaranya:
– Sakit kepala
– Sembelit
-Diare
– Mual dan muntah
-Ketidaknyamanan perut atau sakit
Jika efek ini ringan, mereka dapat hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Jika lebih parah atau tidak hilang, bicarakan dengan dokter atau apoteker Anda.
Dalam beberapa kasus, terdapat efek samping yang serius dan gejalanya meliputi peradangan hati, dengan gejala seperti;
– Kulit Anda menguning atau bagian putih pada mata Anda
– Kelelahan
– Urin gelap
-Sakit perut
Perubahan fungsi otak Anda, dengan gejala seperti;
-Kebingungan
-Agitasi
-Depresi
-Halusinasi (melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada di sana)
– Pandangan yang kabur
Detak jantung abnormal, dengan gejala seperti:
-Detak jantung yang cepat
-Kelelahan
-Sesak napas
Reaksi sebuah obat bisa memberikan efek yang berbeda pada tiap orang yang meminumnya. Jika Anda saat ini tengah mengonsumsi obat untuk tukak usus dan lambung, selalu diskusikan kemungkinan efek samping dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter yang mengetahui riwayat kesehatan Anda. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here