Sebagian peserta pelatihan yang antusias ingin menjadikan desa mereka sebagai desa yang mampu menerima kunjungan wisata dari turis nusantara dan mancanegara. Gayung bersambut, Kemenpar dan Politeknik Negeri Samarinda datang memberikan pelatihan yang warga butuhkan

Oleh : Yuliawan Andrianto

Poskaltim.com, Kutai Kartanegara — Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga, Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) memberikan pelatihan bagi anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis, (14/6).

Desa yang berada sejauh lebih dari 120 Kilometer dari ibukota Kaltim, Samarinda ini, sudah sejak dua tahun lalu mengelola potensi pariwisata desa mereka. Potensi desa ini kemudian mendapatkan pendampingan dari kampus Polnes Samarinda sejak tahun 2019.

“Kami di Kementerian Pariwisata banyak melakukan kerjasama desa wisata, dengan kampus-kampus di seluruh Indonesia, termasuk di Desa Pela ini. Kami memberikan pelatihan langsung kepada desa-desa binaan kampus,” ujar Wardikin, dari Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga, Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar.

Wadikin, dari Asdef Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Kementerian Pariwisata (baju putih kanan) bersama Kepala Desa Pela Supyan Noor (kiri)
Dijelaskan Wardikin, sebelumnya Kemenpar juga telah bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim dan kemudian melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan sejumlah kampus di seluruh Indonesia, termasuk dengan Polnes Samarinda.

“Kami sangat antusias sekali dengan potensi wisata yang dimiliki Desa Pela ini, terutama keberadaan Pesut Mahakam (sebutan masyarakat Kaltim untuk spesies lumba-lumba air tawar) yang sangat langka. Potensi yang dimiliki ini (nantinya) akan mendatangkan tamu. Namun, harus didukung oleh beberapa faktor, seperti home stay dan lain-lain,” ucapnya.

Terdapat dua materi yang disampaikan Kampus Polnes untuk warga Desa Pela ini yaitu “Pelatihan Pengelolaan Pondok Wisata atau homestay, Tata Kuliner dan Hidangan” serta “Pelatihan Teknik Pemanduan Wisata dan Penyusunan Program Kemasan Atraksi Wisata”.

“Kami Kementerian Pariwisata memfasilitasi, tidak mensertifikasi tetapi memfasilitasi seluruh masyarakat Indonesia yang bergerak dibidang pariwisata, tour guide, house keeping, perhotelan, silahkan, nanti kita akan fasilitasi sertifikasinya. Jadi sekali lagi Kementerian Pariwisata bukan mensertifikasi tetapi memfasilitasi,” tegasnya.

Harapannya, ke depan bagi Desa wisata Pela ini adalah atraksi Pesut Mahakam ini dapat menjadi daya tarik wisata. Bukan hanya memanfaatkan, tetapi masyarakat akan diberi kesadaran akan perlindungan, penanganan hewan langka dan tata cara membawa mengemudikan perahu manakala bertemu dengan Pesut Mahakam ini.

“Dengan potensi yang ada ini diharapkan akan mendatangkan wisatawan-wisatawan mancanegara ke Desa Pela. Untuk itu masyarakat harus siap baik dalam penyambutan maupun penyeragaman fasilitas pondok-pondok wisata yang ada seperti kebersihan, kamar mandi cuci kakus dan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu saat pembukaan, Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Kukar, Taufiq Rahmani menjelaskan bahwa Desa Wisata Pela ini telah didirikan hampir dua tahun lalu dan akan diresmikan oleh Bupati Kukar bertepatan dengan Festival Danau yang akan digelar pada 16-22 Juni esok.

“Kabupaten Kutai Kartanegara ini memiliki dua potensi besar pariwisata yaitu wisata budaya dengan ditemukannya situs kerajaan tertua di Indonesia, hutan hujan tropis dan potensi wisata Pesut Mahakam yang telah langka,” ucapnya.(YAN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here