Ketinggian air di Jalan S Parman yang menuju Bandara APT Pranoto, pada Minggu siang (9/6)

Oleh: Andrie Aprianto / Muhammad Rizqi

Poskaltim.com, Balikpapan — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui dirjen Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terkait banjir yang kerap melanda Kota Samarinda, sehingga mengganggu aktivitas Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto seperti yang terjadi, Minggu (09/06) akses jalan menuju bandara sulit dilalui.

“Terkait dengan banjir, kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim, dengan Pak Kadis untuk kemudian juga Kemen PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) di Jakarta.

Kami akan mencari solusi mengatasi banjir tersebut,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti, Senin (10/6) via pesan singkat.

dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti yang dihubungi via telepon selulernya, Selasa (11/6)
Menurutnya, sebelum Bandara APT dibangun telah melalui proses tahapan yang panjang kemudian dinyatakan layak dibangun. Sehingga kemudian Kemenhub mengeluarkan penetapan lokasi (Penlok) untuk pembangunan bandara.

“Apabila sudah mendapatkan penetapan lokasi, otomatis bandara tersebut sudah dinyatakan layak untuk dilanjutkan pembangunannya, itu secara besar. Terkait APT Pranoto ini biayai oleh Pemprov Kaltim secara keseluruhan,” tambahnya.

Lanjut Polana, salah satu pertimbangan hingga akhirnya dibangunnya bandara APT juga karena market share atau pangsa pasar yang dianggap cukup menjanjikan. Sehingga kemudian, Kementerian Perhubungan memberikan ijin operasi untuk penerbangan maskapai.

“Memang tidak semua bandar udara sempurna untuk bisa dioperasikan layak, karena kami masih memverifikasi waktu untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Seperti dilakukan di APT Pranoto pagarnya sudah mulai diselesaikan oleh Pemprov, kemudian alat bantu pendaratan (airfield lighting system) tahun ini akan dialokasikan oleh APBN Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Seperti dilaporkan reporter Poskaltim.com Muhammad Rizqi dari Samarinda, pada Minggu pagi (10/6) terjadi delay penerbangan yang cukup panjang di beberapa maskapai penerbangan.

Hal ini terjadi bukan lantaran pesawat mengalami masalah ataupun bandara yang belum siap, melainkan maskapai penerbangan menunggu penumpang yang terlambat ke bandara akibat banjir yang melanda kota Samarinda, terutama di jalan Poros Samarinda-Bontang yang merupakan akses utama menuju bandara.

“Jadi delay ini bukan karena masalah teknis yang biasa terjadi di bandara bandara lainnya, tapi karena pesawat sengaja menunggu penumpang yang terlambat menuju bandara” ungkap Dodi Dharma Cahya selaku Kepala Bandara APT Pranoto.

Setelah siang hari, barulah beberapa maskapai dapat take off karena penumpang sudah memenuhi kuota penerbangan. Pada siang hari ini keseluruhan penerbangan bisa diakomodir dan penerbangan pada hari ini bisa terselesaikan meskipun melewati batas operasional Bandara.

Kecakapan pengelola Bandara APT Pranoto dengan menjemput serta mengantar penumpang dari dan menuju bandara patut diapresiasi. Bagitupun para relawan, TNI-Polri dan swasta yang menyediakan kendaraan untuk membantu penumpang pesawat.(AND/RZQ/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here