Pernikahan sedarah yang dilakukan oleh warga Bulukumba Sulawesi Selatan di Balikpapan, hingga saat ini masih menjadi perbincangan warga terutama warganet

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan – Pasca hebohnya pemberitaan mengenai pernikahan sedarah warga Bulukumba antara sang kakak dengan adik kandungnya sendiri di Balikpapan. Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan akan segera menelusuri pihak penghulu yang menikahkan pasangan ini. Dimana pasangan ini kabarnya melakukan proses pernikahan di Balikpapan, tepatnya di Jalan Tirtayasa RT 58 Kelurahan Gunung Sari Ulu, Balikpapan Tengah.

“Sampai saat ini baik dari kepolisian atau darimana belum ada yang melapor ke saya. Kalau ada informasi yang menikahkan siapa itu kami bisa telepon itu KUA nya,” ujar Kepala Kemenag Balikpapan, Hakimin, Sabtu sore (6/7).

Terkait buku nikah yang disinyalir didapatkan oleh pasangan tersebut, Hakimin mengatakan bisa jadi buku tersebut adalah cetakan lama yang seharusnya sudah dimusnahkan, namun disinyalir ada oknum yang memanfaatkan buku tersebut.

“Itu ditelusuri dulu, KUA mana lalu kita cari itu dokumen buku nikahnya apa. Ada juga itu buku nikah sudah enggak resmi lagi, maksudnya buku nikah itu sudah lama dihapuskan dan nggak boleh dipakai lagi. Boleh jadi itu ada yang tercecer atau gimana terus ada orang yang nikah sirih,” terangnya.

Hakimin memastikan pernikahan pasangan tersebut tentu dilakukan oleh penghulu yang tidak resmi. Namun hal ini masih diselidiki oleh pihaknya terlebih dahulu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan Hakimin
“Dimana nikah siri ini boleh jadi dilakukan oleh penghulu yang tidak resmi terus pakai surat yang tercecer tadi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta melalui Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud Hidayat mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kasusi ini. Dimana pernikahan sedarah juga masuk ranah pidana yang diatur dalam Undang-Undang Perkawinan.

“Di Undang-Undang Perkawinan memang ada larangan salah satunya pernikahan sedarah. Tapi belum ada pidananya. Paling jatuhnya perzinahan kalau pelapor istrinya yang sah. Kalau perzinahan ancaman pidananya paling lama 9 bulan,” ujarnya.

Selain itu pihak kepolisian juga hanya bisa menindak kasus tersebut dari aspek pemalsuan surat-surat berharga, salah satunya buku nikah dan berkas kelengkapan nikahnya.

“Selain perzinahan, kita bisa ambil tindakan dari pemalsuan dokumen kan. Buku nikah mereka itu salah satu dokumen negara juga. Ada juga syarat-syarat lainya yang dalam bentuk berkas,” tambah Makhfud.

Dari informasi yang dihimpun, pasangan tersebut berhasil menikah di Balikpapan dengan mendatangkan penghulu. Proses pernikahan siri disebut-sebut yang dijalani keduanya, dimana diduga penghulu yang menikahkan dibayar sebesar Rp2,4 juta.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here