Kantor Bupati Penajam Paser Utara yang sebagian daerahnya akan menjadi lokasi pemindahan ibu kota negara.(foto:ist)

Oleh: Yuliawan Andrianto

Poskaltim.com, Samarinda – Kabupaten Penajam Paser Utara terpilih menjadi ibu kota baru. Meski hanya sebagian wilayahnya yang masuk kawan Ibu kota, warga setempat menyambut gembira.

Sebagian wilayah ibu kota yang baru saja diumumkan oleh Presiden Joko Widodo berlokasi di Kutai Kartanegara (Kukar), tetangga Penajam Paser Utara. Namun, Penajam Paser Utara tak semasyhur Kukar yang namanya mulai dikenal publik saat dipimpin almarhum Syaukani.

Penajam Paser tidak jauh dari Kota Balikpapan. Keduanya dipisahkan oleh laut Teluk Balikpapan sejauh kira-kira 6 kilometer. Walau berdekatan, kabupaten ini sangat kontras dalam pembangunan di Kota Balikpapan.

Apalagi jika dilihat pada malam hari. Balikpapan terang benderang semenara diseberangnya, Kecamatan Penajam, yang merupakan ibu kota Kabupaten Penajam Paser Utara, gelap gulita. Namun ternyata kabupaten ini terpilih jadi Kota masa depan untuk Ibu kota.

Penajam Paser Utara memiliki luas wilayah 3.333,06 kilometer persegi. Dulunya merupakan bagian dari wilayah Balikpapan dan kemudian dimasukkan ke Kabupaten Paser. Karena wilayahnya sangat luas, akhirnya Kabupaten Paser dimekarkan kembali dengan nama Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada tahun 2002.

Di dua kabupaten inilah ibu kta negara Indonesi akelak akan berdiri. Saat ini kondisi dua kecamatan tersebut masih minim fasilitas perkantoran
Wilayahnya membentang dari pesisir Teluk Balikpapan hingga berbatasan langsung dengan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Kabupaten PPU memiliki empat kecamatan yaitu Kecamatan Penajam, Waru, dan Kecamatan Babulu di wilayah selatan.

Satu kecamatan lainnya terpisah oleh Teluk Balikpapan dan berada di pesisir yaitu Kecamatan Sepaku. Kecamatan inilah yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara yang digadang-gadang menjadi lokasi ibu kota negara kelak.

Jumlah penduduk di Kabupaten PPU tahun 2017 hanya sebanyak 168.000 jiwa. Sementara jumlah penduduk di Kecamatan Sepaku yang akan menjadi ibu kota nantinya hanya berjumlah 32.037 jiwa (2017). Mereka bermukim di lahan seluas 1.173 Km persegi atau dengan kepadatan penduduk sebanyak 27 jiwa per kilometer perseginya.

Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas’ud mengatakan Pemkab PPU telah menyiapkan lahan seluas 300.000 hektare di wilayah Sepaku. Status lahan yang disiapkan adalah tanah negara.

Kecukupan lahan seluas 300.000 Ha ini tentunya juga akan melibatkan lahan di Kabupaten Kutai Kartanegara. “Lahan seluas 300.000 hektar sudah kita siapkan (bersama Kabupaten Kutai kartanegara),” kata Abdul Gafur Mas’ud, Senin (26/8).

Pihaknya masih perlu berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Bappenas soal lahan yang akan jadi Ibu kota. “Setahu saya yang diinginkan ibu kota negara yang smart, green dan beautiful, kota yang cerdas, hijau dan cantik dan indah,” ujarnya.(YAN/AZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here