Oleh : Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim,com, Bogor — Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti mengungkapkan, kebijakan fiskal 2020 akan diarahkan untuk menciptakan APBN yang produktif. Ditopang oleh sosialisasi yang dilakukan Kementerian Keuangan kepada kepala daerah untuk menciptakan APBN yang tepat sasaran dan kredibel.

Ia memaparkan tentang dukungan keuangan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Saat ini, bidang SDM memiliki masalah output gap dan bonus demografi, serta middle income trap yang harus segera dibenahi.

“Ini adalah tantangan Indonesia maju pada 2045 dan tidak luput dari dua elemen utama, yaitu pendidikan dan kesehatan, kedua elemen ini yang menjadi perhatian kita semua,” kata Astera dalam Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Dia “Besok juga kami akan mengadakan sosialisasi transfer dan dana desa setelah penyerahan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) oleh Ibu Menkeu,” ujarnya.

Adapun dukungan Kementerian Keuangan untuk mendorong peningkatan kualitas SDM sesuai arahan Presiden dalam Program Prioritas Pembangunan Nasional adalah sebagai berikut:
Pertama, bidang kesehatan sebesar Rp.132,3 T dengan rincian PBI JKN sebanyak 96,8 juta orang; prevalansi stunting dengan bantuan/koordinasi 13 Kementerian/Lembaga; Persentase ketersediaan obat dan vaksin di Puskesmas hingga 95%; Kepesertaan KB melalui peningkatan akses kepada 31,6 juta jiwa; dan perbaikan fasilitas kesehatan.

Kedua, bidang pendidikan sebesar Rp.508,1 T dengan rincian Program Indonesia Pintar (PIP) KE 20,1 juta siswa; Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ke hampir 60 juta siswa; Bidikmisi dan KIP kuliah ke 818 ribu mahasiswa; Beasiswa LPDP ke lebih dari 20.000 mahasiswa; Pengembangan vokasi; Tunjangan profesi guru; dan pengembangan sarana dan prasarana sekolah.

“Pendidikan kita ini kita tau salurannya ada dua, yaitu Kemendikbud dan Kemenag. Kita lihat dari belanja negara yang pertama, ini menjadi prioritas dalam pembanguan SDM yang berkualitas dan ini perlu ditingkatkan terus,” imbuhnya.

Ketiga, bidang perlindungan sosial sebesar Rp.375,2 T yang dialokasikan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 29,1 T; serta Bantuan Pangan/Kartu sembako sebesar Rp.28,1 T.
“Meningkatkan kualitas dan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan langkah prioritas untuk mewujudkan transformasi Indonesia menjadi negara maju,” katanya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here