Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Walau sudah mengalami penurunan dalam pemberitaan media massa, namun popularitas kayu “Bajakah” masih dicari dan diburu oleh sebagian orang yang menderita atau hanya sekadar untuk pencegahan.

Bajakah yang dalam bahasa Dayak di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berarti akar, untuk saat ini hanya populer di Kota Palangka Raya saja. Belum ditemukan pemanfaatan kayu jenis di beberapa provinsi lainnya di Kalimantan, yang mayoritas hutannya lebat dan sukunya Dayak.

“Saya membawa langsung dari Palangka Raya, karena saya memang orang Kalteng. Saya tinggal di Kabupaten Kuala Kapuas, yang hanya beberapa jam perjalanan sampai di Palangka,” ucap Rizky, yang mencoba memperjualbelikan kayu Bajakah ini di Samarinda, Kaltim.

Harga yang ditawarkan yaitu Rp150.000 untuk lima batang kayu yang besarnya seukuran batang tebu dengan panjang sekitar 40 centimeter.

Ditemui di depan kios sembakonya, Rizky menjelaskan jika ketika pulang dari Palangka beberapa pekan lalu, ia membawa kayu yang sempat viral ini untuk diperdagangkannya. “Hanya bawa 70 ikat saja, karena untuk mengambilnya jauh sekali di dalam hutan. Ketika di jual di di depan kios saja, banyak yang beli. Bahkan saja dapat pesanan untuk dikirim ke Sulawesi dan Jakarta,” ujarnya, Minggu (29/9).

Sementara itu, seorang yang berprofesi sebagai surveyor kehutanan bernama Edi Warsono menjelaskan jika kayu Bajakah ini banyak tumbuh di hutan-hutan Kalimantan. Namun, karena jenisnya yang banyak, dan sebagian besar beracun, pemanfaatan kayu ini menjadi tidak seterkenal jenis kayu lainnya seperti kayu kuning untuk menyembuhkan malaria, kayu pasak bumi untuk kesehatan pria ataupun bawang dayak yang juga dapat untuk menyembuhkan kanker.

“Jenis kayu ini adalah merambat di batang pohon atau hanya sejenis akar-akaran saja. Biasanya kalau kami di dalam hutan kalau haus sering memotong ujung akar pohon ini untuk diminum. Memang haus hilang tetapi biasanya badan lemas,” terangnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here