Oleh: Anisa Tri K / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Satu kejahatan baru telah terdeteksi oleh pengembang anti virus Kaspersky. Perusahaan keamanan internet Kaspersky menyarankan agar pengguna memisahkan antara nomor telepon kartu SIM untuk melakukan komunikasi dan nomor telepon yang terkoneksi dengan akun media sosial dan perbankan.

General Manager of SEA Kaspersky Yeo Siang Tiong mengatakan pemisahan ini dilakukan untuk menangkis kejahatan bermodus SIM swap.

“Bagi pengguna pribadi, ada baiknya mempertimbangkan untuk menggunakan kartu SIM dengan terpisah, baik untuk akun penting Anda, seperti akun keuangan atau pun media sosial,” ujar Tiong.

Menurunya, tindakan sekecil apa pun untuk waspada adalah kunci awal untuk mempertahankan diri dari serangan siber yang semakin bervariasi. Ancaman SIM swap, kata Tiong, juga menjadi ancaman nyata bagi korporasi. Dalam jangka panjang, Tiong menyarankan agar perusahaan telekomunikasi dan keuangan meningkatkan pertahanan terhadap ancaman kasus SIM Swap.

Peningkatan pertahanan ini bisa dimulai dengan menggunakan solusi keamanan dan layanan yang dilengkapi berbagai fitur seperti verifikasi tanpa batas bagi pengguna, deteksi proaktif terhadap pengambilan akun, biometrik perilaku, dan intelijen penipuan.

“Sangat penting bagi sistem mereka untuk memahami apa yang terjadi, bagaimana para pelaku penipuan melancarkan aksinya, skema apa yang mereka gunakan, dan bagaimana cara menghentikannya,” kata Tiong.

Dilansir dari situs Kaspersky, serangan dimulai ketika peretas dengan mengumpulkan informasi rinci tentang korban. Pengumpulan informasi bisa menggunakan email phishing, membeli informasi dari kelompok kejahatan terorganisir, melalui rekayasa sosial atau dengan mendapatkan informasi dalam kebocoran data.

Setelah peretas atau penipu memperoleh rincian yang diperlukan, mereka kemudian menghubungi operator seluler korban. Penipu menggunakan teknik rekayasa sosial untuk meyakinkan operator seluler untuk memindahkan nomor telepon korban ke kartu SIM milik penipu.

Cara Menghindari SIM Swap
Penggunaan nomor telpon seluler sebagai tambahan security check terhadap akun-akun sensitif milik konsumen, misalnya rekening bank dan e-mail, menjadi pekerjaan tambahan bagi penyedia layanan seluler untuk mengamankan akun dan nomor pelanggannya. Kontrol ada di tangan para operator, begitu seorang penjahat berhasil menduplikasi kartu SIM ia memiliki instrumen yang sangat kuat untuk melancarkan kejahatan. Di sisi lain, di tengah dunia yang serba terkoneksi seperti saat ini, informasi pribadi seseorang dapat dengan mudah diakses orang lain secara online.

Apa yang dapat dilakukan untuk menghindari tindak kejahatan bermodus penggantian kartu SIM ini?
1. Jangan pernah mempublikasikan nama lengkap, nomor ponsel, dan tanggal lahir di media sosial, situ web, atau blog. Kalaupun Anda harus memasukkan informasi tersebut, pastikan informasi tersebut tidak bisa dilihat secara publik.
2. Gunakan nomor ponsel yang berbeda untuk aktivitas perbankan dan aktivitas di media sosial.
3. Bila kartu SIM mendadak tidak aktif, segera laporkan ke operator seluler terkait.
4. Bila kartu SIM yang terhubung ke layanan perbankan mendadak tidak aktif, hubungi pihak bank untuk memastikan tidak ada transaksi yang terjadi di luar pengetahuan Anda.
5. Jangan membalas e-mail yang menanyakan informasi rekening bank, nomor telpon dan informasi pribadi lainnya.
6. Jangan melayani penelpon yang menanyakan informasi akses ke komputer Anda, jangan berikan password atau informasi apapun.
7. Jangak mengeklik tautan yang tidak jelas pada e-mail atau pesan singkat, apalagi jika pengirimnya tidak Anda kenal.
8. Rahasiakan data perbankan, seperti password internet banking, mobile banking, maupun nomor PIN untuk transaksi keuangan apapun.
9. Cek transaksi perbankan secara rutin, aktifkan fitur notifikasi atau pemberitahuan via SMS atau e-mail tentang transaksi perbankan.
Semoga artikel ini bermanfaat. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here