Foto ilustrasi

Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Cerita adanya penjualan kartu SIM card asing kepada calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci, marak terdengar.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ferdinandus Setu mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi penjualan SIM card di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, pada 17 Juli lalu.

“Dalam peninjuan tersebut, didapati fakta antara lain terdapat dua booth penjualan Zain Telecom Saudi dengan petugas yang siap melayani pelanggan. Tersedia kuota paket haji dan umrah sebesar Rp150.000,” kata Ferdinandus di Jakarta, Selasa (23/7).

Dia menjelaskan, adapun teknisnya jamaah melakukan registrasi SIM card asing itu setelah tiba di Arab Saudi, dengan mendatangi booth Zain Telecom yang berada di bandara dan hotel penghinapan haji Indonesia. Direktorat Pengendalian Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kemenkominfo juga menemukan fakta bahwa selain di Asrama Haji Pondok Gede, penjualan SIM card Zain juga ditemukan di Asrama Haji Lombok NTB, Asrama Haji Donohudan Surakarta, Asrama Haji Sukolilo Surabaya, dan Asrama Haji Makassar Sulawesi Selatan.

“Kementerian Kominfo meminta pihak Zain Telecom Saudi untuk sementara waktu tidak boleh berjualan SIM card atau kartu perdana di wilayah Indonesia,” ujar Ferdinand.

Ketentuan tersebut, kata dia, berlaku sampai jelas aspek perlindungan konsumen sebagaimana amanat UU Nomor 8 Tahun 1999 dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya. Kemenkominfo juga akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Agama, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

“Ini bertujuan untuk memastikan terjaminnya perlindungan konsumen telekomunikasi akibat penjualan SIM card Zain tersebut,” tuturnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here