Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj (kanan) bersama Kapolri Idham Azis di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – NU bersama Polri selalu bergandengan tangan bersama-sama memperkuat masyarakat sipil memperkuat struktur sosial, dan memerkuat kebersamaan masyarakat pilar bangsa yang punya komitmen teguh empat pilar.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj saat menerima kunjungan Kapolri Idham Azis di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

“Kalau disingkat PBNU, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 45. Jadi bukan barang baru, Pak Tito juga begitu diangkat menjadi Kapolri, sejak Kapolda juga sering ke sini, dulu Pak Sutarman juga, Pak Timor,” kata Said.

Lebih lanjut, ia mengatakan, negara besar harus memperkuat tatanan civil society. Tanpa itu, maka sturuktur sosial atau circle sosial akan rapuh, seperti Timor Tengah tidak memiliki struktur sosial yang ada cuma suku dan parpol tidak ada social gruping.

“Kita ini NU, Muhammadiyah, kita ini struktur sosial, struktur masyarakat bangsa, yang nonpolitik praktis tapi politik kebangsaan, tanpa politik praktis,” ujarnya.

“Oleh karena itu, selama NU dan ormas-ormas lain bersama-sama polisi, Insya Allah negara akan aman, damai dan tentram karena musuh bersama kita adalah teroris, narkoba, dan lain-lain, koruptor juga dan paling ngeri narkoba,” imbuhnya.

Kedatangan Kapolri ke PBNU ini dianggap sebagai shiratul amal, tim working, kerja sama, taawun, dan meneruskan tradisi yang sudah dijalankan. Said juga bersyukur TNI-Polri berhasil mengamankan dan menyukseskan jalannya pesta demokrasi, baik pileg maupun pilpres.

“Tidak ada di dunia ini pileg dan pilpres yang seramai di Indonesia. Tidak ada lagi di negara Islam lain. Tapi kita lalui dengan damai dan aman,” tuturnya.

Said menganggap kesuksesan ini berkat kerjasama yang baik antara kepolisian dengan Ormas Islam, termasuk PBNU. Hal ini perlu dijaga pada momentum-monentum acara rutin politik mendatang. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here