Sutopo Purwo Nugroho yang sangat akrab dengan seluruh wartawan di seluruh Indonesia, wafat di RS Guangzho, Cina dalam pengobatan kanker paru yang dideritanya.

Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta –- Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho yang wafat semalam, ternyata telah mendapatkan pengobatan di Guangzhou, Cina.

Sutopo yang sangat dekat para wartawan seluruh Indonesia ini meninggalkan Tanah Air pada Juni 2019. Namun, takdir berkata lain, Sutopo dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa.

Dari keterangan resmi Humas BNPB, kanker paru yang menyerang Sutopo menyebar ke tulang dan organ vitalnya. Sutopo divonis kanker paru stadium empat. Dia terus berjuang melawan penyakit yang diidapnya sejak awal tahun 2018.

Pada pukul 02,20 waktu Guanghou atau pukul 01.20 WIB, Ahad (7/7), Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia. “Innalilahi wainna ilaihirojiun. Semua yang bernyawa hanyalah titipan dari Allah Yang Maha Kuasa. Malam ini telah berpulang ke Rahmatullah seorang pahlawan dan ayahanda tercinta saya, Sutopo Purwo Nugroho saat menjalani pengobatan di Guangzhou, Cina,” tulis putra Sutopo, Muhammad Ivanka Rizaldy, di akun Instagramnya.

Saat pertama kali mengetahui penyakitnya, Sutopo mengaku kaget karena dirinya bukan perokok dan tetap menjaga pola makan sehat. Dalam beberapa unggahan foto di akun media sosial Instagram miliknya, Sutopo sering menceritakan bahwa penyakit kanker yang dideritanya terasa sangat menyakitkan.

“Sakit kanker yang sudah metastase ke tulang itu sakitnya Iuar biasa. Nyeri terus menerus dan di banyak sendi. Diberi morfin tidak mempan menahan sakit,” tulis Sutopo pada unggahan foto di Instagram miliknya tanggal 9 Juni 2019.

Pada unggahan foto selanjutnya, yaitu unggahan foto terakhir di Instagram pribadinya, Sutopo mengunggah video sedang berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam keterangan fotonya dia memohon pamit untuk pergi berobat ke Guangzhou Cina pada 15 Juni 2019.

Di keterangan foto tersebut Sutopo kembali menyampaikan bahwa kanker yang sudah menyebar terasa amat sakit.

“Hari ini saya ke Guangzho untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh lali. Kondisinya sangat menyakitkan sekali.” tulis Sutopo. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here