Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Keberadaan penjual hewan kurban dadakan menjelang Hari Raya Idul Adha, ternyata kerap membuat pusing warga yang berada di sekitar kandang sementara milik pedagang tersebut. Betapa tidak, kandang hewan berupa sapid an kambing terkadang menimbulkan bau yang tidak sedap akibat berada dekat dengan perrumahan penduduk.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Samarinda Ilir, beberapa kandang kambing milik pedagang letaknya berada di tengah pemukiman warga Samarinda. Akibatnya bau tak sedap pun mengganggu para pengguna jalan dan warga yang bermukim di sekitas kandang kambing dadakan ini.

“Aroma kambing ini kan menyengat sekali. Seharusnya para pedagang kambing ini bisa buat kandang yang jauh dari jalanan. Kalo seperti ini kami yang tinggal dekat sama kandang jadi ikut terganggu. Pusing juga saya setiap hari mencium aromanya ini,” ungkap Jubaidah, warga yang tinggal di Jalan Urip Sumoharjo, kepada Poskaltim Jumat, (2/8).

Tidak hanya aromanya. Kotoran dan kencing kambing pun juga ikut mencemari parit yang ada disekitar jalan sekitar perumahan warga. Akibatnya, meski jauh dari kandang kambing , warga lainnya ikut juga terdampak bau tak sedap dari kotoran hewan qurban ini.
“Warga lainnya juga terganggu sama baunya. Air paritnya ini kan mengalir kearah sungai. Warga yang jualan disitu juga ikut mengeluh jadinya. Karena kotorannya ini kemana-mana,” tuturnya.

Sementara itu, Yosua Laden Kepala Bidang Ketentraman, ketertiban umum (Trantibum) Satpol PP Samarinda menegaskan pihaknya sudah sering mengingatkan para pedagang kambing untuk tidak berjualan diatas parit dan disekitar pemukiman warga. Sebab hal tersebut akan mengganggu pengguna jalan dan warga sekitar karena aroma kambing.

“Nanti akan kita tertibkan lagi jika memang masih belum mengindahkan imbauan kami. Peran lurah dan camat juga kita butuhkan. Karena merekalah yang seharusnya mensosialisasikan ini kepada para pedagang kambing itu,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here