Oleh; Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur telah memiliki 333 unit Sekolah Ramah Anak (SRA). Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Adenany, menjelaskan jika anak di dalam dan di lingkungan sekolah wajib dilindungi dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru, pengelola sekolah atau teman-temannya di sekolah yang bersangkutan atau lembaga pendidikan.

Selain itu, setiap orang dilarang memperlakukan anak dengan mengabaikan pandangan mereka secara diskriminatif, termasuk labelisasi dan penyetaraan dalam pendidikan bagi anak-anak yang menyandang cacat.

“Oleh karena itu, pentingnya pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) yang mengatur tentang hak anak kepada semua pihak. PR (pekerjaan rumah) kami masih ada dua kabupaten yang belum melakukan inisiasi SRA, melalui APBD-P 2019, DKP3A Kaltim akan melakukan advokasi di dua kabupaten tersebut yaitu Mahakam Ulu dan Kutai Barat,” ujarnya Senin malam (2/9).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Adenany.
Dany menyebutkan, sampai dengan pertengahan tahun 2019, capaian pengembangan SRA di Kaltim telah mencapai 333 sekolah yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Dalam tahun depan, ditargetkan SRA di Kaltim akan bertambah hingga mencakup 10 kabupaten dan kota.

SRA sendiri merupakan satuan pendidikan formal, non formal dan informal yang aman, bersih, sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup. SRA juga harus mendukung terhadap tumbuh kembang anak. Sekolah harus nol kekerasan, memiliki jalur aman ke sekolah dan memiliki kantin yang menyediakan makanan sehat. Bahkan, tidak hanya ramah pada anak, tapi juga ramah untuk semua warga sekolah, termasuk guru dan kepala sekolah.

“Dengan diselenggarakan pelatihan ini akan meningkatkan pemahaman sehingga memiliki komitmen untuk melaksanakan amanah konvensi hak anak dan mengaplikasikan kebijakan sekolah ramah anak,” ujarnya.

Kegiatan ini diikuti lima kabupaten/kota yaitu PPU, Balikpapan, Samarinda, Kukar, dan Bontang yang terdiri dari unsur Dinas PPPA, Disdikbud, Kanwil Kemenag, Kepala TK, SD, MI, SMP dan MTs, dengan menghadirkan narasumber pada kegiatan ini antara lain, Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA Lenny N Rosalin, Asdep Pemenuhan Hak Anak Atas Pendidikan, Kreativitas dan Budaya KPPPA Elvi, Disdikbud Kaltim Abdurahman AR dan Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kaltim Abdul Syahid. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here