Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Sebanyak 150 desa di Kalimantan Timur berkesempatan mendapatkan dana bantuan dari program penurunan emisi karbon pada tahun 2024 mendatang melalui Kampung Iklim. Saat ini program yang digagas oleh Bank Dunia ini telah masuk dalam tahap sosialisasi ke desa-desa.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim, Prof Daddy Ruhyat, terkait kesiapan 150 desa yang akan dimasukkan dalam program penurunan emisi karbon sekaligus untuk menjaga hutan desa.

“Kita ingin melindungi hutan-hutan yang masih tersisa, yang masih ada. Sehingga masyarakat yang ada di sekitar dan di dalam hutanlah yang menjadi obyek dan aktor dalam program penurunan emisi ini. Warga desa ini akan difasilitasi lewat program Kampung Iklim. Setiap Kampung Iklim dibantu untuk membuat peta desa, sehingga ada kejelasan dimana lahan untuk berladang, dimana lahan untuk berkebun dan dimana untuk kawasan hutan dan lain-lain.

Ketua Harian Dewan Daerah Perbuahan Iklim (DDPI) Kaltim, Prof Daddy Ruhyat.[/caption]

Warga desa yang tergabung dalam Kampung Iklim nantinya juga akan mendapatkan cara perencanaan program pembangunan jangka menengah desa. “Peta sudah ada, program sudah ada, baru diberikan pengetahuan-pengetahuan serta permodalan. Semua kabupaten sudah diberikan sosialisasi,” tambah Daddy.

Program Kampung Iklim dan program penurunan emisi karbon di Kaltim ini merupakan program nasional di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta menjadi program internasional di bawah negara donor melalui Bank Dunia.

“Jadi masyarakat itu diberikan program yang benar sejelas-jelasnya dan ada dialog sampai ada keputusan dari mereka, saya mau ikut atau saya tidak. Jadi warga berhak menentukan pilihannya. Mereka yang ikut saja nanti hanya desa yang bertanda tangan, yang menolak (program) yah tidak dipaksa,” tegasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here