Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah menjadi dua kandidat sebagai ibu kota baru Indonesia. Namun, fasilitas dan infrastruktur Kaltim lebih siap ketimbang Kalteng

Oleh : Muhammad Rizqi

Poskaltim.com, Samarinda — Wacana pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia ke Kalimantan saat ini masih terus bergulir dan menjadi bahan pertimbangan pemerintah pusat.

Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi yang menjadi pertimbangan pusat, masih menunggu kepastian ini. Kaltim cukup diperhitungkan karena kelengkapan fasilitas dan letak strategis serta geografisnya yang dianggap cocok menjadi Ibu Kota Selanjutnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (Bappeda) Kaltim Zairin Zain mengatakan bahwa dirinya sudah dua kali melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri yang mengurusi permasalahan ini.

“Kalo untuk permasalahan ini kami sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, namun masih belum ada kepastian , yang jelas. Kita sudah memaparkan kondisi Kaltim dan kita yakinkan pemerintah pusat bahwa Kaltim siap (menjadi ibu kota negara),” ucapnya kepada awak media, usai open house dengan Gubernur Kaltim pada Kamis (06/06).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kalimantan Timur (Bappeda) Kaltim Zairin Zain
Zairin juga menjelaskan bahwa proyek pemindahan ini akan di gelar pada tahun 2020 mendatang, artinya dalam waktu dekat sudah akan dipastikan wilayah mana yang akan dipilih menjadi ibukota Indonesia selanjutnya.

Soal pemindahan ibu kota negara ini, sebelumnya Kaltim menawarkan kawasan Hutan Bukit Seoharto sebagai wilayah pengganti ibu kota yang baru. Kawasan hutan ini memiliki letak yang pas ditengah antar Kota Balikpapan dan juga Samarinda.

Diantaranya kedua kota ini terdapat dua bandara besar dan juga pelabuhan laut yang akan mempercepat akses pembangunan.

Provinsi Kaltim dinilai memiliki fasilitas yang lebih “seksi” daripada Provinsi Kalimantan Tengah yang juga masuk sebagai nominasi calon lokasi pemindahan ibu kota negara kelak.

Kaltim tidak hanya memiliki bandara internasional di Kota Balikpapan, tapi juga pelabuhan ekspor Internasional Kariangau. Selain itu, pembangunan jalan tol pun akan segera tuntas, sehingga pemerintah pusat tidak akan terlalu kesulitan dalam membangun infrastruktur ke depan jika menjadikan Kaltim sebagai ibu kota Indonesia.

Kaltim juga dinilai sebagai provinsi yang aman akan bahaya gempa bumi dan tsunami, Kaltim juga paling strategis untuk pengembangan tol laut di kawasan Asia Timur karena berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia II di Indonesia Timur.

Sesuai pernyataan Presiden Jokowi, ada tiga opsi ibu kota negara baru, yaitu hasil kajian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan kelebihan dan kekurangannya, diantaranya dekat dengan akses bandara internasional, dengat dengan pelabuhan laut dan aman dari bencana alam baik gempa bumi, tsunami dan banjir (RZQ/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here