Kepala Badan Pusat Statistik Kaltim, Anggoro Dwitjahyono.

Oleh: Yuliawan Andrianto

Poskaltim.com, Samarinda – Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur mencatat pergerakan Indek Harga Konsumen (IHK) di Kaltim pada bulan Maret 2020, mengalami deflasi – 0,15 persen dengan tingkat inflasi tahun kalender sebesar 0,56 persen dan tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 2,19 persen.

Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwitjahyono menjelaskan komoditas yang menyebabkan deflasi diantaranya bawang putih, ayam ras, bawang merah.

“Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar -0,17 persen diikuti kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,14 persen dan kelompok transportasi sebesar -1,46 persen,” ujarnya, Rabu (1/4).

Ditambahkannya, kelompok yang cenderung stabil adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok pendidikan masing-masing sebesar 0,00 persen. Pada Maret 2020 terjadi deflasi untuk Kota Samarinda dan Kota Balikpapan masing-masing sebesar -0,15 persen.

Untuk Kota Samarinda, komoditas penyumbang deflasi yaitu harga emas dan perhiasan, bawang putih, daging ayam ras, transportasi udara dan bawang merah. Sedangkan penyumbang inflasi yaitu gua pasir, ikan layang, ikan tongkol, telur ayam sepeda motor dan ikan gabus.

Di Balikpapan penyumbang deflasi yaitu cabe rawit, popok bayi, bawang merah, daging ayam ras dan tarif angkutan udara. Sedangkan penyumbang inflasinya berasal dari kenaikan harga emas dan perhiasan, tomat, ikan layang, ikan tongkol dan gula pasir.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here