Permintaan akan bahan makanan yang menurun pembelinya turut mempengaruhi tingkat deflasi di Kaltim.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Pergerakan Indeks Harga Konsumen di Provinsi Kalimantan Timur pada bulan Oktober 2019 tercatat mengalami deflasi sebesar -0,37 persen.

Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender sejak Januari hingga Oktober 2019 telah mencapai 1,03 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) sebesar 1,51 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Anggoro Dwitjahcono mengatakan jika dirinci menurut kota pembentuknya, pada Oktober 2019 terjadi deflasi sebesar -0,12 persen di Kota Samarinda dan deflasi sebesar -0,69 persen di Kota Balikpapan.

“Deflasi di Kaltim dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan, kelompok transportasi dan komunikasi, kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga dan kelompok kesehatan. Sementara itu, tiga kelompok lainnya mengalami inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau, kelompok sandang, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar,” jelas Anggoro saat rilis inflasi di Kantor BPS Kaltim di Samarinda, Jumat (1/10).

Dari 82 kota pantauan IHK nasional, Bulan Oktober 2019 yaitu sebanyak 43 kota mengalami inflasi dan 39 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,22 persen dan terendah terjadi di Kota Pematang Siantar, Tual dan Ternate sebesar 0,01 persen. (YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here