Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada bulan September 2019 mengalami deflasi sebesar -0,27% (mtm), atau lebih dalam dibandingkan deflasi pada bulan sebelum Agustus. Yang inflasi sebesar -0,19% (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Tutuk SH Cahyono mengatakan pergerakan inflasi Kaltim sejalan dengan nasional yang pada bulan September juga mengalami deflasi sebesar -0,27% (mtm).

“Sampai dengan September 2019, inflasi tahun kalender di Kaltim tercatat 1,41% (ytd) atau secara tahunan sebesar 1,73% (yoy). Deflasi Kaltim yang lebih dalam pada bulan ini umumnya dipengaruhi oleh deflasi kelompok bahan makanan,” ujar Tutuk, Rabu (2/10).

Komoditas yang mempengaruhi deflate adalah daging ayam ras dan ikan layang atau benggol. Deflasi pada komoditas tersebut umumnya disebabkan oleh melimpahnya stok di pasar, penurunan permintaan masyarakat, serta pola siklikal produksi yang tinggi pada periode berjalan khususnya untuk komoditas layang/benggol dikarenakan arus gelombang serta cuaca yang kembali kondusif bagi nelayan untuk melaut.

Berdasarkan kota pembentuknya, deflasi terjadi di Kota Balikpapan sebesar -0,03% (mtm). Sedangkan kota Samarinda juga mengalami deflasi sebesar -0,46% (mtm) pada September 2019 setelah pada bulan sebelumnya tercatat mengalami inflasi sebesar 0,07% (mtm).

deflasi Kota Balikpapan juga dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan yang bersumber dari komoditas layang/benggol serta daging ayam ras.

deflasi Kota Samarinda juga dipengaruhi oleh komoditas daging ayam ras dan layang/benggol yang masing-masing mengalami penurunan sebesar -15,42% (mtm) dan -12,44% (mtm) dan memiliki andil masing-masing sebesar -0,24% (mtm) dan -0,10% (mtm).

Dijelaskan Tutuk, sejumlah kegiatan akan dilakukan guna mengantisipasi kenaikan harga yang berkelanjutan, seperti melalui Gerakan Tanam Cabai sampai dengan ke tingkat RT yang bekerjasama dengan Pemda Kota Samarinda.

“Selain itu, TPID Kaltim juga berencana mengembangkan model kerjasama antar daerah antara kota-kota di Kaltim dengan daerah sentra produksi dan SDM terampil, untuk mengamankan pasokan dan pembangunan kapasitas SDM di Kaltim terkait komoditas pangan strategis,” ujar Tutuk.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here