Kurangnya tenaga pertanian di Kaltim menyebabkan seorang penyuluh pertanian harus menangani dua desa bahkan lebih. Kondisi geografis Kaltim yang luas menyebabkan tugas peyuluh pertanian semakin berat.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Penyuluh Pertanian di Kalimantan Timur harus bekerja keras karena satu orang penyuluh pertanian harus menangani dua desa yang berbeda. Kondisi ini dikarenakan Kaltim masih kekurangan tenaga penyuluh pertanian.

“Idealnya satu desa mestinya memiliki satu penyuluh, fakta yang ada kaltim hanya memiliki 652 penyuluh untuk 1.031 desa. Berarti satu penyuluh harus menangani dua dua desa, bahkan ada yang lebih,” ujar Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Kaltim, Nazrin, saat membuka Pertemuan Komisi Penyuluhan Pertanian se Kaltim, Kamis (17/10).

Kondisi geografis Kaltim yang begitu luas dan infrastruktur jalan yang belum tersambung antar kecamatan, menjadi kendala utama penyuluhan pertanian di Kaltim. Ini juga berpengaruh pada pencapaian produksi pertanian di Kaltim yang sulit untuk mencapai swasembada pangan.

Acara yang digelar oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim di ruang Serbaguna Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim ini, mengambil tema Penyuluh Pertanian Era Industri 4.0 yang diikuti 100 peserta diri instansi dan dinas terkait di lingkup provinsi serta kabupaten dan kota se Kaltim.

Lanjut Nazrin, Pemprov Kaltim sangat berkomitmen dalam upaya menambah jumlah dan meningkatkan kualitas, kapasitas dan kapabilitas penyuluh pertanian di Kaltim.

“Kami atas nama Pemprov Kaltim percaya bahwa penyuluhan pertanian ini akan terus bersemangat, memajukan dunia pertanian diimbangi dengan usaha dalam proses pembelajaran bagi pelaku usaha agar mau dan mampu menolong yang lain untuk dapat mengakses informasi pasar” terang Nazrin.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here