Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi (Kiri) diterima oleh

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Besarnya potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kaltim, membuat Pemrovv Kaltim berupaya menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Australia dan investor di New South Wales, Queensland dan South Australia.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang memimpin rombongan Kaltim mengatakan langkah pertama yang dilakukan adalah bertemu Konsul Jenderal RI untuk New South Wales, Queenslan dan South Australia yang berkedudukan di Sydney, Heru Hartato Subolo.

Dalam rilisnya, beebrapa kerjasama yang ingin dilakukan oleh Pemprov Kaltim adalah kerja sama bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), pariwisata dan peningkatan kapasitas ekonomi daerah (perdagangan dan investasi).

“Kiblat pendidikan kita dulu selalu Eropa dan Amerika. Padahal Australia ternyata sangat expert untuk pertanian, minerba dan services,” kata Hadi Mulyadi, di Sydney, melalui rilis yang diterima Poskaltim pada Selasa siang. (6/8).

Kaltim, ujar Hadi juga menawarkan potensi pariwisata yang terhampar di gugusan kepulauan Derawan. “Kami punya banyak pantai yang masih natural dan sangat menawan. Ada Maratua dan Kakaban dengan ubur-ubur terbalik dan tidak beracun. Kami juga punya Danau Labuhan Cermin, satu dari sepuluh danau terindah di dunia,” ujarnya.

Wagub juga menjelaskan bahwa akses menuju Pulau Maratua saat ini sudah terbuka. Para wisatawan dari Australia bisa menggunakan jalur penerbangan dari Australia menuju Bali, lanjut ke Balikpapan atau Samarinda, dan sudah ada penerbangan langsung dari Samarinda dan Balikpapan menuju Maratua.

Konjen RI di Sydney, Heru Hartato Subolo dengan senang hati akan membantu mempromosikan berbagai potensi Kaltim. “Walaupun kami di Sydney, kami juga ‘staf’ bapak. Dengan senang hati kami akan bantu mempromosikan berbagai potensi Kaltim baik di bidang pariwisata, investasi dan perdagangan, termasuk untuk kerja sama bidang pengembangan SDM,” ucap Heru Hartato Subolo.

Dia lalu mengungkapkan para turis Australia biasanya lebih menyukai air dan pantai. “Air, pantai, diving dan pemandangan yang natural paling mereka sukai,” sambungnya.

Sementara untuk bidang pendidikan, pejabat yang mengaku pernah 8 tahun bertugas di Amerika Serikat ini menjelaskan potensi kerja sama dengan sejumlah politeknik yang memang ahli di bidang pertanian dan perkebunan, serta minerba. “Terserah Kaltim nanti akan memilih fokus kerja sama pendidikan yang mana,” kata Heru.

Sementara untuk urusan investasi Australia ke Kaltim pada triwulan I 2019 diungkapkan Heru Hartato Subolo terjadi kenaikan sebesar 19.89 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan untuk realiasi Penanaman Modal Asing tahun 2018 ke Kaltim, Heru menyebut setidaknya terdapat 170 proyek. Sebesar 57,26 persen berada di Bontang dan sisanya berada di Kutai Timur, Kutai Barat dan daerah lainnya di Kaltim. “Realisasi proyek itu meliputi pembangkit listrik, air, gas, pertambangan dan pangan,” jelasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here