Provinsi Kaltim pada tahun ini mendapatkan jatah sebanyak 368 orang CPNS dengan empat bidang formasi yaitu pendidikan, kependidikan, kesehatan dan tenaga tehnik.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun ini mendapatkan jatah sebanyak 368 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltim, Ardiningsih yang membenarkan adanya formasi CPNS yang diberikan oleh pusat.

“Tahun ini Pemprov Kaltim mendapat jatah sebanyak 368 formasi untuk kebutuhan calon pegawai negeri sipil (CPNS), meliputi tenaga pendidikan, tenaga kependidikan, tenaga keperawatan dan tenaga tehnik,” jelasnya pada Selasa (12/11).

Untuk formasi kabupaten dan kota, BKD Kaltim juga belum mendapat laporan karena semua daerah masih berproses dan berkoordinasi dengan masing-masing Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Setelah koordinasi dengan PPK (bupati dan walikota) masing-masing, mereka pasti akan menyampaikan ke provinsi. Sekarang semua masih berproses. Sabar dulu, tapi tetap harus bersiap,” ujarnya.

Kepala BKD Kaltim, Ardiningsih.
Ardiningsih melanjutkan diantara empat formasi tenaga tersebut, diantaranya yang dibutuhkan oleh Kaltim seperti guru agama Islam, guru agama kristen, guru Bahasa Inggris, dan guru bimbingan dan konseling.

Terdapat juga tenaga pendidikan tehnik otomotif dan permesinan, apoteker, dokter umum, dokter spesialis gigi, dokter bedah syaraf, anestesi, apoteker dan tenaga perawat.

Kualifikasi pendidikan untuk pengisian formasi akhir tahun ini pun beragam. Selain S1 sampai S3, tingkat pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan dan Diploma III pun masuk formasi penerimaan.

Ardiningsih menjelaskan, usia minimal untuk penerimaan CPNS tahun ini yaitu paling rendah 18 tahun dan usia maksimal 35 tahun. Sedangkan untuk dokter spesialis dan spesialis gigi, usia maksimal 40 tahun.

“Adapun persyaratan lainnya tidak pernah dipidana penjara selama 2 tahun, tidak pernah menjadi pengurus partai politik dan bersedia ditempatkan dimana saja di seluruh wilayah Republik Indonesia,” jelasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here