Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak terpaksa meliburkan anak-anak sekolah untuk menghindari terganggunya kesehatan anak-anak tersebut dari kabut asap. Pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga SMA diliburkan, mengindikasikan keadaan ini sekaligus menandakan kabut asap akibat karhutla semakin parah.

Tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak langsung berkolaborasi dengan PMI Provinsi Kalimantan Barat mengerahkan tim pertolongan pertama untuk membantu warga yang menjadi korban kabut asap di Pontianak.

“Posko sudah menerjunkan tim first aid (pertolongan pertama) untuk menyisir warga yang terdampak kabut asap dengan menggunakan ambulans Tim juga dibekali obat-obatan dan perlengkapan pertolongan pertama,” kata Kepala Markas PMI Kota Pontianak Lusi Nuryanti, Ahad (15/9).

Dia mengatakan dalam memberikan pelayanan pertolongan pertama ini pihaknya juga berkoordinasi denan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak dan instansi terkait untuk bersinergi dalam penanganan bencana ini.

Selain itu, kata dia, tim yang diterjunkan tersebut juga membagikan 200 masker dan memberikan asupan vitamin kepada warga terdampak. Dalam pelayanan ini pihaknya juga memeriksa kesehatan sejumlah warga untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, kata dia, pihaknya juga menurunkan personelnya untuk membantu tim pemadam kebakaran yang tengah berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas.

“Tim pertolongan pertama ini terus melakukan penyisiran ke sejumlah permukiman warga khususnya yang terdampak kabut asap, apalagi saat ini kondisinya memprihatinkan karena asap semakin pekat dan jarak pandang pun terbatas,” tambahnya.

Lusi mengatakan tim yang dikerahkan itu tidak hanya memberikan bantuan kepada warga tetapi juga melayani petugas pemadam kebakaran yang terluka saat melakukan upaya pemadaman api.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here