Oleh: Icheiko Ramadhanty / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Riau dan Kalimantan sampai kini masih terjadi. Negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia juga terkena dampak asap dari Indoesia tersebut.
.
Indonesia pun harus mempertanggungjawabkan dan menyiapkan strategi diplomasi yang kuat jika disinggung masalah karhutla dalam KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, pekan depan.

“Soal asap, kita tidak tahu apakah negara anggota ASEAN lainnya akan angkat. Indonesia siap jelaskan kalau kita sudah ambil berbagai langkah dan sudah dipadamkan secara cepat dan memang ini tergantung pada kondisi iklim di luar kontrol kita,” Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Tavares, di Jakarta, Rabu (30/10).

Dia mengatakan, ada faktor dari human reclessness (keserampangan manusia) dalam karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Pemerintah pun menurutnya sudah mengambil langkah tegas. Jose menjelaskan, ada lebih dari 200 orang yang ditahan untuk diproses hukum, termasuk juga wakil dari perusahaan-perusahaan yang sengaja melakukan pembakaran.

“Tapi ada langkah untuk segel beberapa perusahaan yang lahannya terbakar untuk tidak digunakan dan ini langkah tegas dari pemerintah untuk serius tangani transboundary haze polution ini. Kalau isu ini diangkat di KTT ASEAN nanti, kita siap jelaskan,” tuturnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here