Dari Kanan,Wakil Bupati Brebes Narjo, Bupati tegal Imi Azizah, Kepala Perwakilan BI Tegal M. Taufik Amrozy, Kepala BI Kaltim Tutuk SH Cahyono dan Kepala Biro Perekonomian Pemprov Kaltim Nazrin.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Penetapan Ibu Kota Negara Baru Pemerintah Republik Indonesia yang akan berada di Kalimantan Timur, menarik Pemerintah Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes menjajaki berbagai kemungkinan kerjasama dengan Kaltim.

Selain menjajaki kerjasama jangka panjang, pemerintah ke dua kabupaten ini melakukan studi banding dan diskusi tentang pengelolaan inflasi dan tata kerja Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) di Kaltim. Sebelumnya, dalam penilaian inflasi nasional dan kinerja TPID seluruh Indonesia, Kaltim memperoleh tiga penghargaan sekaligus, yaitu penghargaan bagi TPID Kaltim, TPID Kota Samarinda dan TPID tingkat kabupaten yang diraih oleh Kabupaten Mahakam Ulu.

“Selain kita diskusi dan sharing tentang penangan inflasi, tadi kita juga melakukan pembicaraan tentang peluang-peluang kerjasama. Dari hasil diskusi kami ternyata banyak sekali peluang-peluang yang dapat dikerjasamakan antara dua provinsi yaitu Kaltim dan Jawa Tengah. Tidak saja inflasi tetapi juga investasi, pembiayaan dan sebagainya,” jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Tutuk SH Cahyono usai rapat pada Rabu 911/9) siang.

Dari pertemuan ini diharapkan akan terjadi kegiatan yang saling menguntungkan antara Provinsi Kaltim dan Kabupaten Tegal maupun Kabupaten Brebes, baik jangka pendek maupun jangka panjang ketika Kaltim telah menjadi Ibu Kota Negara Indonesia.

“Yang terpenting sekarang bagaimana kita merealisasikan diskusi-diskusi ini agar menjadi realitas yang bisa dikerjasamakan. Apalagi ke dua kabupaten, yaitu Tegal dan Brebes ini memiliki potensi dan hasil-hasil pertanian yang sangat berlimpah, sementara Kaltim sang membutuhkan produk-produk tersebut,” ujar Tutuk.

Sementara itu Bupati Tegal Umi Azizah dan Wakil Bupati Brebes Narjo, sebelum pertemuan mengucapkan selamat kepada Kaltim yang telah terpilih menjadi ibu kota negara pada tahun 2024 mendatang.

Uni Azizah dan Narjo mempresentasinya keunggulan produk-produk daerah masing-masing, terutama hasil pertanian hortikultura berupa tanaman bawang merah dan bawang putih yang memang menjadi unggulan kedua kabupaten, di samping sektor-sektor non pertanian lainnya.

“Kesuksesan pengendalian inflasi di Kota Samarinda dan Kaltim akan kami aplikasikan di Kabupaten Tegal, tentunya dengan mengedepankan kondisi dan kearifan lokal masyarakat. Yang kedua, adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat dengan rendahnya inflasi. Dari pertemuan hari ini agar dapat saling melengkapi kaling kekurangan-kekurangan yang kami miliki dan yang Kaltim miliki,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here