Terdapat enam alasan yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo tentang pemindahan ibu kota Indonesia ke Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur.

Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Terdapat enam alasan yang disampaikan oleh Presiden RI Joko Widodo tentang pemindahan ibu kota Indonesia ke Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur.

Pertama, risiko bencana alam sangat kecil. “Kenapa di Kaltim? satu risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi dan tanah longsor,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara Jakarta, Senin (26/8).

Konferensi pers tersebut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan hampir semua anggota kabinet. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor juga hadir.

Alasan kedua, lokasi tersebut strategis karena berada di tengah-tengah Indonesia. Dengan begitu, pusat pemerintahan mudah terjangkau oleh semua daerah.

Ketiga, berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang yaitu Balikpapan dan Samarinda. Keempat, Penajam Paser Utara dan Kukar memiliki infrastruktur lumayan lengkap.

Kelima, pemerintah sudah memiliki lahan seluas 180.000 hektare. Dengan begitu, pemerintah tidak membutuhkan pembebasan lahan yang selama ini kerap menjadi masalah dalam setiap proyek pembangunan.

Alasan keenam, menurut Presiden, pemerintah sudah melakukan kajian-kajian mendalam dan diintensifkan selama tiga tahun terakhir.

“Hasil kajian-kajian itu menyimpulkan lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur,” ungkap Presiden Jokowi.

Sebelum konferensi pers, Isran mengaku sudah mengusulkan dua kabupaten sebagai lokasi ibu kota baru. “Kawasannya yang sudah kita sampaikan kepada bapak Presiden, kita sampaikan kepada tim pengkaji, termasuk kepala Bappenas, yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara dan nyambung ke Kabupaten Penajam Paser Utara. Dua kabupaten itu terhubung dan itu yang kita tawarkan yang kita sampaikan kepada Pak Presiden,” kata Isran.

Sebelumnya saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada 16 Agustus 2019, Presiden meminta izin dan dukungan dari anggota parlemen dan rakyat Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke Pulau Kalimantan.

Setelah wacana pemindahan ibu kota bergulir ditiap pemeritnahan presiden sejak era Soekarno, Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono, kini Joko Widodo tidak hanya berupa wacana tetapi berani memnta izin langsung kepada DPR dan masyarakat Indonesia, untuk memindahkan ibu kota ke Kaltim.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here