KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2

“Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan yang sedianya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Selasa, 12 Maret secara video conference dari KEK Bitung, akhirnya batal digelar karena ketidaksiapan KEK Bitung untuk diresmikan”

Samarinda, Poskaltim.com – Presiden RI Joko Widodo batal meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, yang sedianya diresmikan esok 12 Maret 2019.

Sebelumnya, KEK Maloy ini akan diresmikan bersama dua KEK lainnya yaitu KEK Bitung di Sulawesi Utara dan KEK Morotai di Maluku Utara. Namun, karena ketidaksiapan KEK Bitung yang ditegaskan dengan surat resmi ke presiden dan ditandatangani oleh gubernur Sulut.

Dampak dari ketidaksiapan KEK Bitung ini, maka KEK Maloy dan KEK Morotai terkena dampak dengan penjadwalan ulang yang rencananya pada tanggal 26 Maret 2019. Padahal di lapangan, Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Timur sudah siap dalam melaksanakan peresmian dan memenuhi segala check list yang diminta oleh Dewan Ekonomi Nasional berupa fasilitas dan lain-lain.

Tadinya, KEK Maloy ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo secara video conference yang dipusatkan di Ruangan Kakaban, Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda. Ruang Kakaban memang merupakan ruang khusus untuk keperluan teleconference Gubernur Kaltim dan jajarannya.

Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Syaiful Anwar membenarkan akan mundurnya jadwa peresmian KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan ini.

“Kami secara teknis sudah siap 100 persen,” ujar Syaiful, yang dihubungi pada Senin spre (11/3/2019).

KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan ini mempunyai total luas area sebesar 557,34 hektar dan telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014.

KEK yang terletak di antara Selat Makassar ini juga berada dalam posisi yang strategis karena dilewati jalur regional lintas trans Kalimantan serta transportasi penyeberangan ferry Tarakan-Tolitoli dan Balikpapan-Mamuju, Sulawesi Barat.

“KEK ini juga merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2. Hingga tahun 2025, KEK ini ditargetkan dapat menarik investasi sebesar Rp 34 triliun dan meningkatkan PDRB Kutai Timur hingga Rp4 triliun,” jelasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here