Jembatan Pulau Balang yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah ditetapkan Presiden RI sebagai salah satu proyek pembangunan strategis nasional, dalam mendukung infrastruktur ibu kota negara.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Penajam — Jembatan Pulau Balang yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah ditetapkan Presiden RI sebagai salah satu proyek pembangunan strategis nasional, dalam mendukung infrastruktur ibu kota negara.

Jembatan sepanjang 1,2 kilometer ini sekaligus menjadi jembatan penghubung bagi jalan trans Kalimantan yang menghubungkan jalan antar provinsi yang melalui Kabupaten PPU.

“Jembatan Pulau Balang ini nantinya menjadi penghubung bagi sejumlah daerah di Kaltim maupun Kalimantan yang melalui Kabupaten PPU,” kata Bupati PPU, Abdul Gafur Mas’ud, Selasa (27/8).

Kabupaten PPU kata bupati, memang berada di titik perlintasan jalur darat sejumlah daerah baik di Kaltim maupun Kalimantan seperti Kabupaten Paser, Kalimantan Selatan, Kalimantan tengah, Kalimantan Barat dan sebagainya menuju Balikpapan dan Samarinda. Oleh karena itu kata dia, jembatan dengan dua bentangan ini menjadi salah satu proyek pembangunan strategis nasional yang yang telah ditetapkan Presiden RI Joko Widodo.

Lanjutnya, jembatan yang dibangun melintasi Teluk Balikpapan melalui Kelurahan Riko dan Kelurahan Pantai Lango tersebut juga dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari PPU ke kota Balikpapan dan Samarinda jika dibandingkan melalui jalur Kecamatan Sepaku hingga Kecamatan Samboja di Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Bayangkan jika kita menggunakan jalur Sepaku-Samboja perjalanan bisa menghabiskan waktu empat hingga lima jam perjalanan. Namun jika Jembatan Pulau Balang ini selesai, diperkirakan dari Penajam ke Balikpapan hanya butuh satu jam perjalanan,” jelasnya.

Seperti diketahui saat ini bentang pendek Jembatan Pulau Balang sepanjang –­­­­­­­­470 meter telah tuntas dikerjakan. Sementara bentang panjang jembatan sepanjang 804 meter dalam tahap pengerjaan dan diperkirakan telah mencapai progres hingga 60 persen.

Fungsi jembatan ini kelak akan sangat membantu arus transportasi jika Kecamatan Sepaku dan Samboja dijadikan titik ibu kota baru. Pemerintah akan hanya akan menyempurnakan jalan tambahan saja, karena infrastruktur jembatan telah tersedia.

“Pasti akan memudahkan dan sangat bermanfaat manakala Kecamatan Sepaku dan Samboja menjadi pusat pemerintahan kelak. Pemerintah tinggal menyempurnakan sesuai dengan desain ibu kota baru,” ucapnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here